Mustahil, Berantas Korupsi Dalam 100 Hari
Kamis, 14 Okt 2004 12:12 WIB
Jakarta - Menggantung koruptor lebih penting daripada rekonsiliasi. Namun memberantas korupsi dalam 100 hari adalah sesuatu yang mustahil.Hal ini dikatakan pengacara OC Kaligis di sela-sela Seminar Rekonsiliasi Nasional Menuju Konsensus Untuk Merajut kembali Persaudaraan Kebangsaan yang digelar di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2004). "Rekonsiliasi kita lupakan dulu, kita tarik dulu duit para koruptor. Bila tidak kembali dalam satu tahun, kita hukum secara in-absentia. Kita Cabut kewarganegaraannya, keluarganya kita usir saja keluar dari Indonesia," tegas Kaligis.Kendati demikian, Ia menilai membasmi korupsi hanya dalam waktu 100 hari adalah mustahil. "Menghapus korupsi dalam seratus hari adalah omong kosong, jadi jangan mimpi bahwa korupsi bisa hilang dalam 100 hari. Kalau meminimalisir itu bisa, caranya dengan transparansi," jelasnya.Rakyat, menurut Kaligis tidak ambil pusing soal pemerintah jika keadaan mereka sudah sejahtera. "Kalau rakyat dikasi kesejahteraan yang baik, tak ada pengangguran, sudah cukup makan, ia tidak pusing lagi soal pemerintah. Selama rakyat masih punya tempat tinggal mereka tidak akan bingung," kaligis berujar.Jika SBY berencana melakukan rekonsiliasi, menurut Kaligis kultur bangsa ini harus dirubah. "Bangsa ini sudah terlalu lama berbeda pendapat, berkelahi. Kulturnya sudah pendendam, jadi kalau mau rekonsiliasi kulturnya hilangkan dulu," demikian Kaligis.Kaligis juga ditanya siapa orang yang memenuhi kriteria menjadi Jaksa Agung mendatang. "Siapapun figurnya tak akan ada yang dapat memberantas korupsi dalam 100 hari. Ini bukan pesimis tapi kenyataan, karena saya sebagai praktisi hukum," demikian Kaligis.
(dit/)











































