Sambut Ramadhan, Muslim Yogya Demo Serukan Berantas Pekat

Sambut Ramadhan, Muslim Yogya Demo Serukan Berantas Pekat

- detikNews
Kamis, 14 Okt 2004 12:07 WIB
Yogyakarta - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, ratusan umat Islam dari berbagai elemen di Yogyakarta, Kamis (14/10/2004) menggelar aksi menyerukan diberantasnya semua penyakit masyarakat (pekat).Selain itu mereka juga menyerukan dan mendesak agar pemerintah dan DPR segera membahas dan mengesahkan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi.Aksi pertama digelar Forum Bersama Jamaah Shalahuddin UGM di depan Bunderan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Beberapa poster yang dibawa di antaranya bertuliskan, "Jilbab dan Koko Yes, Judi - Maksiat No Way, Berantas Pekat Sekarang Juga, Sambut Ruh Suci Ramadhan."Sedangkan aksi kedua dilakukan oleh Neo HMI Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Aksi kedua dimulai dari Tugu Yogya dilanjutkan longmarch menuju Kantor Pos Besar di jl Senopati. Dalam aksi itu beberapa peserta ada yang mengenakan kain sarung dan peci. Di sepanjang jalan mereka juga melakukan happening art yang menggambarkan maraknya penyakit masyarakat seperti judi, miras, dan prostitusi.Koordinator aksi dari Forum Bersama Jamaah Shalahuddin UGM, Rahmat, dalam orasinya mengatakan, bulan Ramadhan sebagai bulan suci hendaknya dijadikan sarana untuk membangkitkan kembali semangat keislaman yang telah pudar. Bulan Ramadhan ini juga momen yang tepat untuk menggulirkan kembali isu pewacanaan RUU Antipornografi dan pornoaksi."Berbagai kegiatan maksiat, judi, minuman keras sebagai penyakit masyarakat yang semakin menjadi-jadi harus secepatnya diberantas oleh pemerintah agar dekadensi moral bangsa ini tidak semakin parah," kata Rahmat.Dalam pernyataan sikapnya, Forbes Jamaah Shalahuddin menyatakan mendesak segera teralisasinya RUU Anti Pornografi dan pornoaksi untuk segera dibahas dan disahkan pemerintah dan DPR. Menyerukan kepaad semua umat islam untuk memberantas pekat dan segala macam kegiatan yang mengesampingkan nilai-nilai kesucian Islam di bulan Ramadhan."Kami juga mengimbau kepada pengusaha tempat hiburan malam untuk menghentikan seluruh kegiatan di tempat hiburan malam, kafe, dan diskotek yang dapat menimbulkan kemaksiatan selama Ramadhan," tegas Rahmat.Rahmat juga meminta agar pemakaian jilbab dilegalkan baik di instansipemerintah maupun swasta serta diciptakannya pendidikan yang islami. Dalammemberantas segala penyakit masyarakat itu hendaknya diimbangi pula denganpeningkatan kesejahteraan masyarakat.Sementara itu Arman Madati menambahkan, bulan suci Ramadhan hendaknya dijadikan titik tolak revolusi moral bangsa Indonesia yang telah mengalami kemerosotan moral dan berbagai kemunafikan. "Kedamaian yang telah diubah jadi kebusukan, ketentraman menjadi kebusukan, ketenangan jadi keangkuhan harus segera diubah dan diluruskan kembali," katanya. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads