Warga sekitar, Supri (35) mengatakan, sekitar pukul 12.00 WIB ia mendengar benda terjatuh di sekitar lokasi kejadian. Saat dihampiri ternyata korban sudah bersimbah darah di bagian kepala dan tidak bergerak.
"Jadi dia (korban) menabrak pagar pembatas jalan layang terus jatuh," kata Supri di lokasi kejadian, Selasa (7/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait keterangan saksi, korban mau ambil jalur ke pelabuhan. Tapi menabrak pagar jalan layang dan terjatuh," tandasnya.
Menurut keterangan warga sekitar, lokasi kecelakaan tersebut memang rawan, setidaknya sudah 4 kali dalam setahun terjadi kecelakaan serupa.
"Tahun ini (2013) sudah dua kali. Saya sudah saran pada Bina Marga agar membuat rambu-rambu dan meninggikan pagar pembatas," ujar Ramainulis.
Teman korban yang mendatangi lokasi, Yupik mengatakan korban sebelumnya pamit untuk membeli makan dan segera kembali bekerja sebagai surveyor kayu di pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
"Pamit sama teman-teman beli makan, tapi ternyata seperti ini jadinya," kata Ayik.
Sesaat setelah kejadian, warga yang penasaran berkerumun dan memadati lokasi kejadian. Sekitar satu jam kemudian mobil jenazah datang dan membawa korban ke RS Kariadi Semarang.
(alg/trw)











































