Dugaan Keterlibatan Penyalur Buruh Pabrik Kuali Didalami

Dugaan Keterlibatan Penyalur Buruh Pabrik Kuali Didalami

- detikNews
Selasa, 07 Mei 2013 01:45 WIB
Dugaan Keterlibatan Penyalur Buruh Pabrik Kuali Didalami
Jakarta - Aparat Polresta Tangerang masih mendalami kasus perbudakan terhadap 34 buruh pabrik kuali yang berlokasi di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Tangerang. Termasuk dugaan keterlibatan dua orang yang menyalurkan para buruh dari Lampung dan Cianjur.

"Segala kecurigaan, dugaan-dugaan keterlibatan siapa saja kita dalami. Namun sejauh ini belum ada indikasi ke arah sana (keterlibatan)," jelas Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga kepada wartawan di Mapolres Tangerang, Senin (6/5/2013).

Dua orang penyalur yang berinisial T dan U ini, dikatakan Shinto, hanya diminta untuk mencarikan tenaga kerja yang akan dipekerjakan di home industri kuali milik tersangka Yuki Irawan (41). Menurut Yuki kepada polisi, keduanya tidak mengetahui kondisi pabrik kuali miliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shinto melanjutkan, dari kelanjutan pemeriksaan yang sudah dilakukan terhadap tersangka, saksi dan korban, penyidik belum menemukan adanya fakta dugaan keterlibatan dua orang penyalur tersebut. Namun, bila di kemudian hari ditemukan adanya keterlibatan, polisi akan memproses keduanya.

"Perekrut bisa dikenakan trafficking, kalau dia tahu situasi di sana. Tapi mereka kan tidak mengetahui aktivitas di sana, bahkan warga juga tidak ada yang menaruh curiga kalau di situ terjadi seperti itu," jelas Shinto.

Sementara penyidik belum berhasil meminta keterangan dari kedua perekrut ini. Alamat keduanya yang tidak begitu jelas menyulitkan penyidik untuk memanggil keduanya.

"Mau manggil juga kemana, mereka tidak ada yang tahu pasti alamatnya. Mereka hanya kebetulan ketemu saja," ujar Shinto.

Kebutuhan tersangka akan penambahan tenaga kerja dirasakan perlu ketika usaha pengolahan limbah alumunium menjadi kuali itu mulai berjalan lancar sekitar satu tahun lalu. Atas dorongan tersebut, tersangka kemudian menghubungi T dan U yang bekerja pada sebuah yayasan.

"Jadi karena kebutuhan tenaga kerja yang tadinya hanya 6 orang karena sekarang mencetak kuali, maka dia ada orang yayasan yang dikomunikasikan untuk cari buruh," ujar dia.

Kedua orang perekrut ini kemudian bekerja secara aktif mencari tambahan pekerja ke berbagai daerah. T yang beralamat di Lampung, mencari tenaga kerja di Lampung, sementara U di kampungnya, di Cianjur, Jawa Barat.

"Kemudian ketemulah perekrut ini sama buruh-buruh ini, lalu dikontaklah si Yuki ini. "Pak, ini ada ada 5 orang, kirimi ongkos' dan kemudian sampailah di TKP," kata dia.

Dua penyalur ini, kata Shinto hanya mendapatkan upah sebesar Rp50 ribu. "Itu di luar ongkos. Ongkos tetap jadi tanggungan Yuki," imbuh dia.

(mei/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads