Pengamat: Seharusnya Mega dan SBY Berjabat Tangan

Pengamat: Seharusnya Mega dan SBY Berjabat Tangan

- detikNews
Kamis, 14 Okt 2004 01:30 WIB
Jakarta - Pengamat politik UI Maswadi Rauf menyayangkan sikap Presiden Megawati yang mengartikan rekonsiliasi sebagai perdamaian dari orang yang terlibat konflik. Seharusnya Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjabat tangan. "Sebenarnya dapat diartikan pada pemilu kemarin terjadi bentrokan pendapat karena adanya persaingan sehingga menyebabkan hubungan agak terganggu. Ini harus diselesaikan dengan jabat tangan," ujarnya usai Dialog Nasional 100 Hari Kepemimpinan Nasional: Rekomendasi Bagi Presiden Terpilih di Kampus UI, Depok, Rabu (13/10/2004). Menurut Maswadi, SBY telah bersikap pro aktif. "Saya pikir SBY sudah cukup aktif, bola di tangan Mega. Seharusnya dalam rekonlisiasi itu, Mega berjabat tangan dengan SBY sehingga pendukungnya tidak punya praduga bermacam-macam kepada SBY," katanya.Berbeda dengan Maswadi, Fachri Ali menilai sikap Presiden Megawati mempertanyakan arti rekonsilisasi sebagai hal yang wajar. Karena itu, dia menyarankan SBY lebih aktif. "Wajar saja kalau Mega bilang begitu tapi sebenarnya SBY yang harus aktif. Ada konsep Jawa yang bilang menang tanpa ngasorake. Artinya walau menang jangan mengecewakan lawan anda. Walau SBY menang, dia masih menawarkan rekonsiliasi. Persoalannya karena Mega nggak mau SBY harus lebih aktif," ungkapnya. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads