4 Keluarga Terduga Teroris di Pamulang Dipulangkan, SI Terus Diburu

4 Keluarga Terduga Teroris di Pamulang Dipulangkan, SI Terus Diburu

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Senin, 06 Mei 2013 14:01 WIB
4 Keluarga Terduga Teroris di Pamulang Dipulangkan, SI Terus Diburu
Jakarta - Empat keluarga terduga teroris di Pamulang,Tangerang Selatan, yang semula sempat ditahan kini sudah dipulangkan. SI, otak kelompok teroris terus dikejar tim Densus 88.

"SI ada 4 orang sudah dikembalikan, istri dari terduga yang satunya (Syarifah 40 tahun) sudah dikembalikan kepada pihak keluarga," kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2013).

Ibunda SI berinisial S (44), istrinya N (21), adik iparnya N (18), dan adik kandungnya A (14) ditahan dan diperiksa sejak Jumat 3 Mei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim masih melakukan pengejaran. SI adalah otak dari kelompok ini. Ini adalah kelompok yang belum kita temukan kaitannya dengan kelompok mana. Ini bentuk kelompok baru. Mereka yang kami tangkap ini belum pernah terjerat kasus kriminal sebelumnya," ujar Boy.

Boy menjelaskan tim Labfor menemukan beberapa unsur kimia saat olah TKP di di Jalan Bangka II F, Kemang, Jakarta Selatan.

"Hasil cek tim Labfor, cairan metanol, sulfat hidrat, silver florametamin sulfat, batu baterai, ada anak peluru. Kita duga kuat dipakai sebgai bahan campuran. Peralatan terkait dengan itu seperti solder dan lain-lain itu yang diduga kuat sebagai barang sisa pembuatan bom.

Penggerebekan itu dilakukan di Jalan Kenanga 4 nomor 61, RT 05/ RW 03, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang Kota, Tangerang Selatan, pukul 02.40 WIB, Jumat (3/3/2013). Densus tak menemukan SI (23) orang yang diduga terkait kawanan teroris yang ditangkap sebelumnya.

Sebelumnya polisi melakukan penangkapan dua terduga teroris yaitu Zainal alias Asep dan Ovie di Benhil. Dari penangkapan ini, polisi menggeledah rumah di Jalan Bangka II F, Kemang, Jakarta Selatan, dan menyita 5 buah bom pipa siap ledak.

(aan/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads