"Partai seperti itu seperti bujang lapuk, mengambil cara gampang tokoh yang bisa dijual, yaitu merekrut artis," ujar Direktur LPI Boni Hargens dalam paparannya di Galeri Cafe, Jl Cikini Raya, Minggu (5/4/2013).
Merekrut artis sebagai caleg, kata Boni tidak melanggar aturan. Tapi parpol harus memastikan artis yang dipilih memiliki kompetensi untuk mengerjakan tugas sebagai anggota DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan artis dinilai tidak punya kemampuan secara politik. Bahkan kebanyakan tidak lulus sarjana. Mustinya ada mekanisme khusus dari parpol untuk meningkatkan kemampuan para artis yang akan duduk di Senayan.
Ketua DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menanggapi soal fenomena caleg artis ini. Dirinya menyatakan, hanya ada lima artis yang menjadi caleg di partainya.
Soal caleg dari kalangan atlet yang kebanyakan tidak berpendidikan tinggi, Riefky menegaskan mereka telah berjasa mengharumkan Indonesia di kancah internasional.
"Begitu juga caleg atlet, ada 15 orang lebih. Mereka pernah memperjuangkan nama merah putih di dunia. Kita beri support," tutur Riefky.
(dnu/fdn)











































