Polri Siaga I Waspadai Bom

Jelang Pelantikan Presiden

Polri Siaga I Waspadai Bom

- detikNews
Rabu, 13 Okt 2004 17:32 WIB
Jakarta - Menjelang pelantikan presiden 20 Oktober 2004, Polri menetapkan status keamanan Siaga I. Polri mewaspadai kemungkinan adanya ancaman bom. "Memang ancaman paling besar menjelang 20 Oktober ancaman bom karena dedengkot bomnya belum tertangkap. Dia masih berkeliaran kemana-mana, itu kita antisipasi," ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung kepada wartawan dalam konpers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Rabu (13/10/2004). Dikatakan Suyitno, status keamanan itu diberlakukan hingga 23 Oktober 2004. Sebenarnya, lanjut dia, status Siaga I belum dicabut sejak pemilu legislatif 5 April lalu. Berkaitan dengan itu, Polri telah berkoordinasi dengan wilayah. Menurut Suyitno, pihaknya telah mengingatkan jajaran di daerah untuk secara intensif menyelesaikan perkara yang harus ditangani, termasuk yang seharusnya sudah diserahkan ke kejaksaan. Selain itu, Mabes Polri juga mewaspadai pelaku kejahatan yang belum tertangkap. Dia mencontohkan pelaku kasus Cimahi, bom Kendari, Nurdin M Top dan Rois. Suyitno menambahkan, pihaknya melakukan antisipasi kemungkinan terjadinya perkelahian antarkelompok terkait dengan tewasnya Basri Sangaji. Untuk itu, Suyitno meminta jajarannya meningkatkan pengawasan. Sementara, Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Paiman menjelaskan, pengamanan pelantikan presiden di Jakarta berpusat di Polda Metro Jaya. Mabes Polri akan melakukan back up bersama sejumlah Polda yang berada di sekitar Jakarta seperti Jabar dan Banten dengan melakukan operasi pengamanan terpadu. Senada dengan Suyitno, Paiman juga mengatakan perlunya mewaspadai kemungkinan adanya ancaman bom menjelang pelantikan presiden. Antisipasi yang dilakukan melalui kegiatan intelijen dan patroli."Kita juga harus mewaspadai ancaman bom karena gembongnya belum tertangkap. Sayembara belum memberikan info aktual tapi setidaknyna mempersempit ruang gerak. Jadi tidak menutup kemungkinan mereka akan merencanakan gangguan menjelang 20 Oktober," papar Paiman. (rif/)


Berita Terkait