Kisah Korban Selamat Kecelakaan Karambol di Semarang

Kisah Korban Selamat Kecelakaan Karambol di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 04 Mei 2013 19:35 WIB
Kisah Korban Selamat Kecelakaan Karambol di Semarang
Kecelakaan di Semarang (Angling/ detikcom)
Jakarta - Salah satu korban tewas akibat kecelakaan karambol di Semarang yang terjadi hari Jumat kemarin, Agus Irvan (52), saat kejadian ternyata sedang bersama rekan sesama pengacara yaitu Yenny Indiriawati. Dengan kondisi mobil sedan Mazda yang ringsek, Yenny lolos dari maut dan mengalami luka lecet di wajah dan lebam di mata serta pinggul kiri.

Saat ditemui di rumah duka RS Pantiwilasa Citarum Semarang, Yenny mengatakan, saat peristiwa terjadi dirinya dan Agus sedang berjalan dari Jl Tentara Pelajar dan berbelok ke kiri arah Jl Wahidin. Namun baru beberapa meter dari belokan, ia melihat bus PO Nugroho menghantam dua mobil dan motor yang ada di depannya.

"Pas di jalan naik dari depan busnya nabrak-nabrak. Begitu jeder ke mobil (milik Agus) langsung berhenti," kata Yenny di rumah duka RS Pantiwilasa Citarum Semarang, Sabtu (4/5/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil sedan Mazda merah yang dikendarai Agus dan Yenny ringsek sementara mereka dalam posisi terjepit. Saat itu Yenny masih sadar dan menghadap ke kiri sehingga tidak melihat posisi Agus yang juga terjepit.

"Terus saya ditolongin warga. Saya tidak lihat pak Agus ada di mana," ujar wanita yang harus duduk di kursi roda itu.

Dia menambahkan, saat itu mereka hendak pergi ke Pengadilan Negeri, padahal sebelumnya Yenni sudah mengusulkan agar pergi hari Senin saja. Namun entah mengapa Agus seperti terburu-buru.

"Pak Agus sudah terlihat capek ketika itu, dan saya juga sudah mengusulkan untuk ke Pengadilannya Senin saja, tapi entah kenapa pak Agus ingin cepat-cepat ke Pengadilan," katanya.

Sementara itu istri korban, Esther Liuniwati (50) menambahkan, suaminya mengambil rute tanah putih untuk menuju Pengadilan Negeri karena mengira kawasan Simpang Lima menuju Jl Pemuda padat karena sedang ada acara rangkaian HUT Kota Semarang ke 466.

"Suami saya orangnya pekerja keras. Akhir-akhir ini suka senewen sendiri karena pekerjaannya banyak," pungkas Esther.

Rencananya jenasah Agus akan diperabukan di Kedung Mundu hari Selasa (7/5) mendatang pukul 09.00 WIB.

Peristiwa maut tersebut terjadi hari Jumat kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Bus PO Nugroho yang dikendarai Susanto (46) melaju kencang dari arah atas dan menghantam delapan motor dan tiga mobil. Tiga orang yaitu Agus Irvan, Adi Nugroho (34), dan Eko Budiarto (36) tewas akibat peristiwa tersebut sementara belasan lainnya luka-luka.

(alg/ahy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads