Kesowo: Ide Lembaga Kepresidenan Satu Atap Bagus, Tapi Sulit
Rabu, 13 Okt 2004 17:26 WIB
Jakarta - Sekretaris Negara (Setneg) Bambang Kesowo menilai ide lembaga kepresidenan dalam satu atap yang digagas presiden terpilih SBY adalah hal yang bagus. Tapi dalam realisasinya, lembaga satu atap bukanlah hal yang mudah."Idenya bagus, karena lembaga kepresidenan ini utuh. Tapi pelaksanaannya tidak sesederhana itu," kata Bambang di Istana Negara, Jl.Medan Merdeka Utara, Jakpus, Rabu (13/10/2004)."Selama 36 tahun saya di sini, saya nguplek-uplek, selalu tidak pernah (membuat satu atap). Memang setiap presiden mempunyai style sendiri-sendiri. Sebagai staf yang mendukung di lembaga-lembaga kepresidenan harus bisa mewujudkan dan bisa melaksanakannya. Tetapi, itu betul-betul tidak sederhana. Karena dalam realitas ada presiden dan wapres," urai Bambang.Seperti diberitakan, "West Wing" versi SBY konsepnya adalah membuat presiden dan wapres berada dalam satu atap yang lebih efektif. Nantinya, wapres juga akan berkantor di lingkungan istana kepresidenan sehingga presiden dan wapres ada dalam satu atap.Selama ini, presiden dan wapres terpisah. Mega berkantor di Istana Negara di Jl.Medan Merdeka Utara, sedangkan Hamzah di Istana Wapres Jl.Medan Merdeka Selatan. Staf yang mengurusi mereka pun terpisah.Bambang Kesowo menjelaskan, sejarah pemisahan kantor presiden dan wapres terjadi pertama kali sewaktu Sri Sultan menjabat sebagai wapres dan membuat kantor wapres di Jl.Medan Merdeka Selatan. "Waktu itu staffingnya juga pisah," kata Bambang.Menurutnya, dulu presiden diberi tugas hanya pengawasan saja. Lalu jaman Gus Durw Wapres membantu dalam semua pelaksanaan tugas. "Makanya sewaktu Gus Dur, stafnya diperbanyak," kata lulusan Harvard Law School-AS ini."Jadi nanti kalau presiden dan wapres dilayani dalam satu atap, bukan soal presiden dan wapresnya dalam satu gedung. Tetapi dalam pelayanan satu atap itu, harus ada setting staf lagi. Paling sepele nanti harus memikirkan pengintegrasian 200 staf yang sekarang berada di Setwapres," papar pria kelahiran Sragen tahun 1945 ini.Sampai sekarang, Bambang mengaku belum dihubungi pihak SBY terkait dengan rencana setting kantor baru termasuk rencana SBY tinggal di Istana."Sampai sekarang saya belum dikontak. Tapi saya akan membuka diri 360 derajat. Siapa pun nanti yang akan tinggal, pasti teman-teman di sini siap," demikian Bambang Kesowo.
(nrl/)











































