Buruh Diperlakukan Seperti Budak di Pabrik Tangerang yang Disegel Polisi

- detikNews
Sabtu, 04 Mei 2013 02:55 WIB
Tangerang - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendapatkan laporan mengenai praktek kerja paksa. Peristiwa tersebut terkuak setelah 2 orang korban bernama Andi Gunawan (20) dan Junaidi (22) yang merupakan buruh di sebuah pabrik kuali di daerah Kotabumi, Tangerang melarikan diri setelah 3 bulan dipekerjakan dengan tidak layak.

"Pada 2 Mei 2013, Komnas HAM mendapat laporan "praktek perbudakan" dari dua pemuda yang berasal dari Lampung Utara. Mereka diajak bekerja ke Tangerang oleh orang yang tidak dikenal sebelumnya. Mereka dijanjikan akan dipekerjakan di perusahaan dengan gaji Rp 700 ribu per bulan," ujar ketua komnas HAM Siti Noor Laila dalam pernyataanya, Sabtu (4/5/2013).

Sesampai di Tangerang mereka diserahkan ke orang lain dan membawanya ke pabrik pembuat kuali. Di sana, tas yang berisi baju, dompet dan HP diambil oleh kemanan.

"Mereka disuruh bekerja dari jam 6 pagi hingga 12 malam. Dari pengakuan, mereka diberi makan 2 kali sehari pada pagi dan siang," jelas Siti.

Komnas HAM langsung berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Sehingga Jumat (3/5) Polisi melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap pemilik dan keamanan pabrik, sekaligus menyelamatkan 46 buruh pabrik ilegal.

"Hingga sekarang masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban dan pelaku di Polres Tangerang," ujar Siti.

Atas penangkapan ini, Komnas HAM memberikan apresiasi atas tindakan atau reaksi cepat yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya sehingga kasus ini terungkap.

"Kasus ini terindikasi adanya pelanggaran HAM atas terbebas dari penganiayaan, hak atas kesejahteraan, dan hak atas kebebasan pribadi. Karena itu Komnas HAM berharap pihak kepolisian mengusut kasus ini dan memproses hukumnya," kata Siti.

Sebelumnya diberitakan Polisi melakukan penggerebekan di sebuah pabrik limbah di Tangerang. Pasalnya, pabrik yang sudah beroperasi sekitar 1,5 tahun ini tidak mempekerjakan buruhnya dengan layak.

Sedangkan pihak polisi menyebut pabrik yang disegel itu adalah pabrik pengolahan limbah. Dalam penggrebekan itu, polisi menemukan enam buruh dari total 25 buruh yang ada di pabrik itu, dalam kondisi disekap.

Para buruh juga mengenakan pakaian yang sudah tidak layak, serta kondisi badan buruh namak tidak sehat dan juga tidak terawat, rambut coklat, kelopak mata gelap, berpenyakit kulit seperti kurap dan gatal-gatal. Polisi kemudian mengamankan 25 buruh, 5 mandor, dan pemilik pabrik berinisial JK serta istrinya dan Kepada Desa Lebak Wangi ke Polresta Tangerang untuk dimintai keterangan.



(rni/fjp)