BBM Kok Pakai Keppres

Presiden Mega:

BBM Kok Pakai Keppres

- detikNews
Rabu, 13 Okt 2004 16:51 WIB
Jakarta - Masalah harga BBM diyakini akan menjadi masalah besar bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apalagi saat ini, tidak ada tanda-tanda pemerintahan Megawati menaikkan harga BBM, meski harga minyak dunia naik tajam. Saat ditanya wartawan apakah akan mengeluarkan keppres terkait harga BBM saat ini, Presiden Megawati tidak memberikan komentar jelas yang menjurus pada hal itu. "Kok pakai keppres, BBM?" kata Mega singkat saat ditemui wartawan seusai membuka pameran Produk Ekspor di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/10/2004). Pernyataan Mega ini memang belum terang benar apa maksudnya. Asal tahu saja, selama ini, memang penentuan harga eceran BBM per bulannya didasarkan pada SK Dirut Pertamina, bukan melalui keppres. Namun, Dirut Pertamina mau tak mau harus mendasarkan pada Keppres 9/2002 tentang Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak Dalam Negeri. Dalam pasal 3 Keppres itu, dituangkan mengenai harga eceran BBM dengan harga jual terendah dan harga jual tertinggi. Misalnya, harga premium ditentukan paling murah RP 1.450 dan paling tinggi Rp 1.750 per liter. Bila ketentuan dalam keppres ini tidak diubah, maka Dirut Pertamina tentu tidak bisa menaikkan harga BBM eceran, meski harga minyak dunia naik. Akibatnya, bila harga BBM tetap dipertahankan seperti sekarang, konsekuensinya subsidi yang dikeluarkan pemerintah akan makin besar. Menkominfo Syamsul Mu'arif, Rabu (13/10/2004) sudah memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM saat ini. Pasalnya, bila dinaikkan sekarang, hal ini mengakibatkan masyarakat makin terbebani, apalagi saat ini menjelang Ramadan, Lebaran, dan Tahun Baru. Karena itu, Syamsul setuju bila kenaikan harga BBM dilakukan secara bertahap mulai tahun 2005. "Tapi jika kenaikan dilakukan sekarang ini akan membebani masyarakat. Sebab pada 3 bulan terakhir akan ada puasa, Lebaran dan Natal. Sehingga saya setju harga BBM dinaikan mulai tahun 2005 secara bertahap," terang Syamsul.Isu Seputar BBM Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, sebenarnya tim SBY menginginkan pemerintahan Megawati untuk segera menaikkan harga BBM sebelum pemerintahannya berakhir pada 20 Oktober 2004. Alasannya, pemerintahan SBY akan sangat sulit menaikkan harga BBM dalam waktu dekat, karena masyarakat bisa menilai pemerintahannya nanti tidak berpihak kepada rakyat. Berbagai pendekatan dilakukan tim SBY. Bahkan, menurut sumber, SBY mau memberikan kompensasi 3 kursi bagi kubu Megawati, bila kenaikan harga BBM itu bisa dilakukan sekarang. Namun, kabarnya, hal itu tidak membuahkan hasil. Hadirnya Menteri Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro pada dua hari lalu ke rumah SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor, juga menimbulkan spekulasi mengenai hal itu. Tapi, orang-orang SBY belum bisa diklarifikasi mengenai hal itu. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads