Serah Terima Jenazah Korban Heli TNI Berlangsung Tertutup
Rabu, 13 Okt 2004 16:37 WIB
Semarang -
Dengan alasan pendaratannya berada di daerah militer, acara serah terima 3 jenazah korban heli TNI di Semarang berlangsung tertutup. Tak ada satu pun wartawan yang diperbolehkan meliputnya.Acara serah terima itu dilangsungkan di Lapangan Udara Ahmad Yani milik TNI AD, Rabu (13/10/2004) sore. Selain dihadiri pejabat Kodam IV Diponegoro, pihak keluarga ketiga jenazah korban heli TNI yang jatuh di Aceh juga diundang.Salah seorang petugas di Penerbad TNI AD Semarang Letda Kavaleri Tarwadi mengatakan, dia mendapat tugas untuk melarang siapa pun yang masuk ke lokasi acara serah terima. "Ini tugas dari Aspam KSAD. Jadi tolong, teman-teman wartawan mengerti," katanya ketika menghadang puluhan wartawan di pos piket.Tarwadi juga menyatakan dirinya tidak tahu persis jadwal pendaratan jenazah. Karena, jenazah diterbangkan secara maraton dan transit di beberapa tempat seperti Pekanbaru dan Jakarta."Ada tiga jenazah yang akan mendarat di Semarang. Rencananya empat orang, tapi yang satu ternyata landing di Jakarta. Soalnya dia kan orang Bandung (Engkos Kuswara)," tandasnya.Seusai serah terima, 2 jenazah yakni, Sersan Dua Sulaeman dan Sersan Dua Yarium akan dimakamkan di TMP (Taman Makam Pahlawan) Semarang, Jl. Pahlawan. Sedangkan satu jenasah lagi yakni, Pilot Mayor Czi Heru Irianto akan langsung dibawa ke Boyolali.Di TMP, beberapa petugas Kodam IV Diponegoro sudah sibuk mempersiapkan upacara pemakaman. Dua galian lubang jenazah sudah disiapkan. Diperkirakan pemakaman akan dilangsungkan pada pukul 18.00 WIB.
(nrl/)










































