SBY Panggil Calon Menteri 15/10
Rabu, 13 Okt 2004 15:09 WIB
Bogor - Presiden terpilih SBY memundurkan jadwal pemanggilan para calon menterinya untuk fit and proper test. Semula dijadwalkan mulai besok, menjadi Jumat 15 Oktober 2004."Tapi bisa lebih cepat kalau segala sesuatunya sudah beres," kata Jubir SBY, Andi M Mallarangeng di kediaman SBY di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/10/2004).Maksudnya segala sesuatu? "Ya soal struktur kabinet dan finalisasi nama-nama calon menteri. Kedua agenda tersebut sebenarnya dijadwalkan hari ini selesai dan diumumkan kepada publik. Tapi saya tidak tahu sampai saat ini sudah sejauhmana perkembangan pembahasannya," ujarnya.Dijelaskan Andi, untuk struktur kabinet mendatang, SBY-JK akan melakukan restrukturisasi sangat terbatas, dengan tujuan mempertajam fungsi dan misi kabinet sesuai prioritas pemerintahan 2004-2009."Seperti dipisahnya Departemen Perindustrian dan Perdagangan menjadi dua departemen yang terpisah. Kemudian dihidupkannya kembali Departemen Kepemudaan, dan memodifikasi Menko Polkam menjadi Menko Polkamhum," paparnya.Andi membenarkan nantinya ada 34 pos kementerian, yang berarti bertambah 2 pos dari Kabinet Gotong Royong pemerintahan Mega-Hamzah."Tapi bukan berarti ini penggemukan. Semua dilakukan dengan mempertimbangkan faktor efisiensi dan cost benefit analysis," katanya.Sehubungan dengan pemanggilan calon menteri mulai 15 Oktober 2004, lanjut dia, pada kesempatan itu SBY akan melakukan fit and proper test kepada para kandidat untuk mengukur kapabilitas, integritas, dan akseptabilitas.Dia memastikan, dalam melakukan finalisasi nama menteri nanti, SBY akan mempertimbangkan unsur perimbangan partai dan nonpartai, yaitu 40 dari partai dan 60 dari profesional. Juga mempertimbangkan faktor kemajemukan untuk menegaskan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an kabinet SBY."Dalam finalisasi, keputusan sepenuhnya ada di tangan presiden. Namun SBY tetap akan melakukan konsultasi dengan Kalla," ujar Andi.Sumber menyebutkan, nantinya pemanggilan tidak dilakukan kepada seluruh calon menteri, melainkan hanya untuk pos-pos kementerian yang masih ada dua-tiga kandidat."Sudah ada beberapa pos yang orang-orangnya sudah positif. Kalau dipanggil semuanya, waktunya tentu sudah tidak cukup lagi antara tanggal 15-20 Oktober," ujarnya.Calon-calon dari parpol pendukung, lanjut sang sumber, sudah menyampaikan daftar calon menteri masing-masing berjumlah 6-9 nama. "Tapi kelihatannya masing-masing parpol hanya akan mendapat jatah masing-masing 2 menteri," katanya.
(sss/)











































