Jenderal Ryamizard: Yang Mau Jadi Panglima TNI Siapa?

Jenderal Ryamizard: Yang Mau Jadi Panglima TNI Siapa?

- detikNews
Rabu, 13 Okt 2004 14:13 WIB
Jakarta - Presiden Megawati telah mengusulkan Jenderal Ryamizard Ryacudu sebagai pengganti Jenderal Endriartono Sutarto sebagai panglima TNI. Namun, Ryamizard mengaku tidak tahu. Selama ini, Ryamizard belum dipanggil presiden dan panglima TNI. Hal ini disampaikan Ryamizard, yang saat ini masih menjabat KSAD, kepada wartawan seusai acara silaturahmi dengan dengan keluarga besar TNI AD di Balai Sudirman, Jl. Suhardjo, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2004).Saat ditanya mengenai calon panglima TNI itu, Ryamizard tampak tidak berkenan untuk menjawabnya. Dia juga mengaku tidak 'ge-er' dengan berita di media massa tentang dirinya yang akan menjadi panglima TNI. Sebelumnya, Presiden Mega telah menyetujui pengunduran diri Endriartono Sutarto sebagai panglima TNI. Presiden Mega pun telah mengirim surat persetujuan itu ke DPR untuk dimintai persetujuan. Mega juga mengusulkan agar Ryamizard diangkat sebagai panglima TNI sementara. Berikut komentar Ryamizard selengkapnya mengenai hal tersebut:Bagaimana soal penunjukan Anda sebagai panglima TNI?Yang mau jadi panglima TNI siapa? Jangan bicara itu. Saya ini bukan politikus, saya tidak tahu tentang panglima TNI. Kenapa saya tidak tahu, karena saya tidak pernah dipanggil oleh panglima TNI dan saya tidak pernah dipanggil oleh Ibu presiden. Jadi, saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu. Itu bukan urusan saya. Prosedur pengangkatan seharusnya seperti apa? Saya tidak tahu. Anda sudah mendengar penunjukan presiden itu? Saya tidak tahu. Saya tahu kan dari koran. Yang harus saya tahu, kalau itu dari ibu presiden dan dari panglima TNI. Jadi, saya jangan dikait-kaitkan begitu. Saya tidak suka. Nanti saya dibilang 'kepingin'. Nggaklah. Saya tidak ada begitu-begituan. Kalau saya sudah dipanggil panglima TNI, ibu presiden dan DPR, baru saya akan omong. Kalau gak dipanggil, lalu saya omong, ge-er benaran. Saya bukan orang ge-eran. Sudah ketemu SBY atau belum?Belum tahu. Kok menghadap-hadap?Ada rencana Anda bertemu SBY? Saya ini kalau tidak dipanggil presiden dan panglima TNI, saya tidak menghadap-hadap. Kalau dengan Gus Dur dulu, itu karena dipanggil. Kalau sekarang ujug-ujug, ngapain. Kalau diperintah menghadap, saya siap. Kalau tidak ada perintah, tunggu saja di kantor. (asy/)


Berita Terkait