Perawat Ditampar Bupati, Mahasiswa Keperawatan Demo
Rabu, 13 Okt 2004 12:12 WIB
Yogyakarta - Sekitar 300 mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Lembaga Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) dan Aliansi Keperawatan Yogyakarta menggelar aksi demo solidaritas kasus pemukulan seorang perawat oleh Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat. Aksi juga menuntut agar kasus diusut tuntas dan bupati mempertanggungjawabkan perbuatan semena-mena tersebut.Aksi digelar Rabu (13/10/2004) mulai pukul 10.00 WIB dari Tugu Yogyakarta longmarch menuju perempatan Kantor Pos Besar di Jl Senopati. Aksi tersebut diikuti mahasiswa ilmu keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Akper Yayasan Keperawatan Yogyakarta, Akper Karya Husaha, Stikes Wira Husada, Akper Notokusumo, Akper Panti Rapih, Stikes Aisyiah dll.Saat melakukan aksinya, semua peserta mengenakan ikat kepala warna putih bertuliskan "nursing power." Beberapa poster dan spanduk yang dibawa antara lain bertuliskan "Aksi Solidaritas Penamparan Perawat Tasikmalaya, Usut Tuntas Kasus Bupati Tasikmalaya, Jangan Hargai Kami Dengan Sebuah Tamparan, Kami Tak Butuh Pahlawan Tapi Ketegasan Hukum."Dalam orasinya, salah seorang peserta aksi Rahmat Arief mengatakan, kasus penamparan terhadap seorang perawat RSUD Tasikmalaya bernama Apip Adimansyah oleh Bupati H Tatang Farhanul Hakim pada tanggal 10/9/2004 lalu sampai sekarang belum ada titik terang penyelesaian. Bahkan terkesan ada upaya untuk menutup kasus tanpa ada penyelesaian dan pengusutan secara tuntas oleh petugas."Kami meminta aparat untuk mengusut tuntas dan menjamin keamanan Apip sebagai pelapor dari ancaman intimidasi serta meminta kepada Gubernur Jabar segera mengeluarkan izin pemeriksaan terhadap bupati," kata Arief.Kasus pemukulan terhadap perawat bernama Apip Adimansyah itu terjadi ketika Apip mendatangi kantor Bupati Tasikmalaya untuk menanyakan pelayanan Askes. Yang ditanyai oleh Apip rupanya Tatang. Entah karena tersinggung atau hal lain, Tatang lalu menampar Apip.Meski Apip sebagai korban telah melaporkan kasus itu kepada aparat, tetapi belum ada pengusutan. "Mereka meminta kepada aparat untuk menegakkan hukum terhadap kasus pelecehan profesi perawat oleh Bupati Tasikmalaya. Kami sebagai perawat yang bekerja secara tulus ikhlas memberikan kasih sayangnya ternyata dijawab dengan sebuah tamparan," katanya.
(nrl/)











































