Sudah tentu yang mereka sebar bukan uang asli, melainkan uang-uangan. Pembagian uang dilakukan dalam adegan datangnya investor untuk menyodok oknum pejabat pemerintahan dan anggota DPR agar dimudahkan segara urusan perusahaannya termasuk bila ada sengketa dengan pekerjanya.
Buruh lantas mengadukan nasibnya ke DPR. Namun karena oknum wakil rakyat juga telah terciprat uang sogok, maka aspirasi dan pengaduan mereka tidak kunjung mendapatkan tindak lanjut. Bahkan cenderung dilupakan.
Kurang lebih demikian kisah dari aksi teatrikal pada buru yang digelar di pelataran gerbang Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/5/2013). Aksi selama 15 menit ini menutup total ruas badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas menuju Slipi dari arah Senayan.
(tor/lh)











































