Gudang Mebel Terbakar, 4 Rumah Habis Terbakar

Gudang Mebel Terbakar, 4 Rumah Habis Terbakar

- detikNews
Rabu, 13 Okt 2004 06:50 WIB
Semarang - Si Jago Merah beraksi lagi. Meski tak ada korban jiwa, empat rumah penduduk jadi tumbal ketika sebuah gudang mebel di Semarang terbakar.Kebakaran menimpa gudang mebel UD Wiyar Winoto yang terletak di Jl Pandean Lamper Semarang, Rabu (13/10/2004). Api mulai melalap bangunan dan isinya sekitar pukul 01.30 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 04.25 WIB.Pemilik gudang, Yohanes Soegiwiarno mengatakan dirinya baru mengetahui kalau gudangnya terbakar setelah ada suara orang memukul besi sebagai tanda peringatan. Begitu keluar rumah, Ia pun kaget gudangnya sudah dilalap api."Api ada dibelakang gudang kayu dan pabrik mebel milik saya. Dengan beberapa warga saya langsung berusaha memadamkan api, tapi tidak berhasil," katanya di lokasi kejadian.Api kian membesar karena karena gudang tersebut berisi tumpukan kayu. Yohanes menduga api berasal dari sisa pembakaran sampah yang ada tepat dibelakang gudang UD Wiyar Winoto miliknya. "Biasanya, di belakang gudang ada tumpukan sampah yang dibakar sore hari, juga ada bekas grajen yang hanya dipisahkan oleh selembar seng. Sehingga, api bekas pembakaran sampah merambat dan meluas ke gudang dan 4 warga penduduk," terangnya.Empat unit mobil pemadam kebakaran datan, namun terlambat, api sudah jauh merembet dan kian membesar. Api juga sudah mulai menghanguskan 4 rumah penduduk. Ke-4 rumah yang ikut jadi korban dalam insiden tersebut antara lain, milik Sukiman Bensin alias Toying (38), Sukimin Rosok (50), Pedagang Kaki Lima (PKL) Tugimin (52), Tukang Becak Turmudi (40), dan Aris Sutrisno Rosok (42). Kelimanya merupakan warga Pandean Lamper IV RT 07 dan RT 08 Banjir Kanal Timur Kelurahan Peterongan Kecamatan Semarang Selatan, Semarang."Hanya peralatan berupa amplas mesin, dan gergaji mesin saja yang dapat diselamatkan. Sukimin bensin juga sempat menyelamatkan bensin jualannya. Kalau tidak api bisa jadi letusan kalau bensinnya ikut terbakar," demikian Yohanes. (dit/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads