Teknologi Nuklir di Irak Hilang
Selasa, 12 Okt 2004 20:37 WIB
Jakarta - Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, pihaknya prihatin atas dibongkar dan dipindahkannya peralatan bahan-bahan yang terkait dengan program nuklir Irak.Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional IAEA, Mohammad El-Baradei, mengatakan dalam sebuah laporannya kepada Dewan Keamanan bahwa belum ada bahan-bahan nuklir yang ditemukan. Ditambahkannya, bahwa gedung-gedung yang berhubungan dengan program nuklir Irak telah dibongkar secara sistematis dan peralatan khusus telah dipindahkan.Laporan itu juga mengatakan tidak ada peralatan dengan keakuratan tinggi, yang memiliki fungsi komersil dan militer, yang telah ditemukan. El-Baradei, memperingatkan hal tersebut dapat digunakan untuk mengembang-biakkan nuklir.Sementara itu, para pengawas PBB telah membantu menghancurkan program nuklir Saddam Hussein di tahun 1990-an, sebelum mereka akhirnya ditarik keluar dari Irak. Mereka kembali beberapa bulan sebelum penyerbuan pimpinan Amerika dan melaporkan tidak ada bukti akan adanya segala kegiatan yang berhubungan dengan nuklir.Washington menghentikan para pengawas dalam melakukan pekerjaan mereka dan badan PBB itu sekarang bergantung pada foto-foto satelit dan sumber-sumber informasi lainnya.IAEA mengatakan Irak telah meminta pertolongan menjual bahan-bahan nuklir di sebuah gudang di selatan Baghdad, dan untuk membongkar serta mendekontaminasi berbagai bekas fasilitas nuklir.
(dit/)











































