"Semakin dekat dengan pemilu, sudah mulai lah riak-riak dan goro-goro. Saya mengimbau, televisi dan media tetap independen. Saya tahu beberapa pemilik televisi adalah aktivis politik, tapi jangan digunakan untuk memasarkan partai dan dirinya saja. Tapi buatlah media yang profesional," ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring.
Tanggapan tersebut dilontarkannya saat silaturahmi Kemenkominfo bersama MUI di Kantor Kemenkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (29/4/2013).
Tifatul menyoroti, idealisme jurnalis sering tergadai lantaran pemilik media mempunyai kepentingannya sendiri. Di sisi yang lain, jurnalis harus menghidupi diri dan keluarganya, sehingga mau tak mau harus tunduk pada kepentingan bosnya.
"Jangan sampai owner ikut campur terlalu banyak ke news room. Kasihan idealisme jurnalis terganggu. Jangan sampai awak media idealismenya rusak. Karena kan hidupnya di situ, nasib keluarganya di situ," tuturnya.
(dnu/lh)











































