Istri Agung Hamid Diperiksa 2 Jam
Selasa, 12 Okt 2004 17:49 WIB
Yogyakarta - Istri Agung Hamid, tersangka pelaku kasus bom Makassar, Panca Budi Yanu Achiriyah, hari ini Selasa (12/10/2004) diperiksa selama dua jam di Poltabes Yogyakarta. Panca di periksa di lantai II Satreskrim Poltabes Yogyakarta di Jl Reksobayan mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB.Saat diperiksa, Panca mengenakan jilbab warna biru tua serta burqa penutup muka. Ketika diperiksa petugas dipimpin Kanit II Satreskrim AKP Sukardi, Panca didampingi penasihat hukumnya, Daris Purba SH. Kapasitas Panca sebagai saksi.Seusai diperiksa, Panca mengaku tidak konsentrasi karena ayahnya H Surachmat tengah terbaring sakit di RSU PKU Muhammadiyah sejak lama. Panca mengaku tidak ingat berapa jumlahnya."Polisi lebih banyak menanyakan kondisi kesehatan saya dan kegiatan sehar-hari yang dilakukannya selama ini. Ditanyakan juga apakah mengetahui keberadaan suami saya selama ini," katanya.Panca mengaku selama ini hanya bertemu satu kali dengan suaminya. Pertemuan itu hanya berlangsung beberapa menit di sebuah hotel di Yogyakarta. Namun ketika didesak kapan bertemu dengan suaminya, Panca tidak bersedia menjelaskan.Bahkan kepada petugas, dia mengaku selama ini dirinya tidak mengetahui kegiatan suaminya, termasuk aksi bom di Makassar seperti yang disangkakan saat ini. "Suami saya kan sudah menyangkal semua itu," katanya.Secara terpisah, Kasat Reskrim Poltabes Yogyakarta Kompol Endi Sutendi mengatakan, Panca kemungkinan akan diperiksa lagi, namun waktu kapan masih belum ditentukan. Beberapa pertanyaan yang diajukan petugas di antaranya bagaimana hubungannya dengan suaminya selama Agung Hamid dalam pencarian polisi, bagaimana komunikasinya selama ini dll."Sejauh ini, polisi masih menetapkan sebagai saksi. Namun jika kemudian diperoleh bukti bahwa telah terjadi pelanggaran, maka kemungkinan akan dapat ditingkatkan menjadi tersangka. Semua jawaban saksi masih dipelajari," katanya.Selain istri Agung Hamid, polisi juga telah memeriksa beberapa orang saksi lainnya, yakni Suwarno, Ponidjan dan Ulfah Ichsan. Ketiganya merupakan teman-teman Agung Hamid ketika berjualan barang klithikan (loakan - red) di Jl Mangkubumi Yogyakarta.Menurut Endi, ketiga saksi lainnya mengatakan saat berkenalan, Agung Hamidmengaku bernama Budi. Mereka baru mengetahui kalau Budi itu adalah Agung Hamid yang dicari polisi setelah membaca surat kabar tentang penangkapan Agung Hamid minggu lalu.
(nrl/)











































