Jelang Ramadhan, Palembang Terancam Krisis Air & Kabut Asap
Selasa, 12 Okt 2004 16:45 WIB
Palembang - Menjelang Ramadhan, warga Palembang tampaknya akan menghadapi paceklik air dan kabut asap. Sebab sampai menjelang pertengahan November ini, musim hujan belum juga datang.Krisis air bersih tampaknya menjadi tantangan bagi umat Islam di Palembang yang akan menunaikan ibadah puasa pada Ramadhan ini, sebab sampai Selasa (12/10/2004) hujan juga belum turun. Bahkan, suhu udara mencapai 34-36 derajat celcius.Berdasarkan pemantauan dan informasi yang didapat detikcom, warga yang mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari sudah mengalami krisis dengan mengeringnya sumur mereka. Misalnya di kawasan Plaju, Kenten, Kalidoni, dan Pakjo.Sementara kabut asap juga terus menjadi ancaman, apalagi dalam dua pekan ini serangan kabut asap sangat tebal di pagi dan sore hari.Meskipun tidak menganggu penerbangan tetapi kabut asap sudah mengganggu lalu lintas sungai di Sumsel. Angkutan air seperti speedboat, misalnya, terpaksa tidak melakukan perjalanan pada pagi dan sore hari di Sungai Musi, sebab menebalnya kabut asap.Menurut Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Suyatim, saat diwawancarai di TVRI Stasiun Palembang, belum datangnya musim hujan di Sumsel, lantaran adanya topan di Filipinayang menyedot angin dari arah selatan, termasuk yang berada di atas Sumsel."Topan itu kalau tak salah namanya Topan Maon. Topan ini yang menyebabkan musim hujan di Sumsel tertunda, sebab dia menghisap angin yang mengandung air dari daerah lain termasuk di kawasan Sumsel," kata Suyatim."Tetapi, katanya topannya mulai melemah, semoga puasa kita besok tidak menghadapi krisis air," tambahnya.
(nrl/)











































