Anggarkan Bantuan Sosial, PAM Merugi
Selasa, 12 Okt 2004 16:19 WIB
Jakarta - Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya seringkali mengalami kerugian akibat kehilangan air. Penyebab kehilangan air per produksi yang tidak menjadi uang itu salah satunya adalah karena PAM menganggarkan air untuk bantuan sosial.Demikian diungkapkan Dirut PD PAM Jaya Didit Hariadi, kepada wartawan saat jumpa pers, usai bertemu dengan Gubernur Sutiyoso di balai kota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2004)."PAM Jaya telah sering kehilangan air, maksud kehilangan air bukan dalam arti hilang tidak terkontrol, namun jumlah air per produksi yang tidak menjadi uang. Salah satunya, PAM memberikan bantuan sosial untuk bencana kekeringan, yang menganggarkan biaya Rp 29 juta, dari Juli sampai September 2004," kata Didit.Didit menerangkan, kehilangan air juga disebabkan oleh flushing yaitu penggelontoran atau pencucian pipa, illegal consumption atau pencurian air oleh pelanggan dengan cara mencopot meteran, dan illegal connection."Pencurian terjadi karena pembacaan meter yang tidak reguler, meter air rusak dan tidak akurat pencatatannya. Yaitu pencatat tidak dapat masuk area rumah pelanggan karena rumah terkunci atau rumah kosong. Bahkan ada yang tidak jadi mencatat karena takut dengan anjing pemilik rumah," kata dia.Kehilangan air juga disebabkan oleh kebocoran teknis yaitu pipa bocor dan kebutuhan hidran kebakaran. Selama ini, lanjut Didit, PAM terus melakukan penanggulanan kehilangan air tersebut."Yaitu dengan percepatan perbaikan bocoran, penggantian pipa dan penggantian meter air secara periodik. Kita lakukan juga penertiban pelanggan, dengan cara penyesuaian golongan tarif dan penertiban pencurian air serta informasi stand meter tiap tanggal catat," demikian Didit Hariadi.
(fab/)











































