Mahasiswa Semarang Tuntut Penutupan Hiburan Malam

Mahasiswa Semarang Tuntut Penutupan Hiburan Malam

- detikNews
Selasa, 12 Okt 2004 15:11 WIB
Semarang - Upaya mengurangi penyakit masyarakat dan menjaga kesucian bulan Ramadhan juga dikumandangkan mahasiswa Semarang. Mereka yang tergabung dalam BEM FH Universitas Sultan Agung (Unisula) Semarang menggelar aksi meminta Pemkot menutup hiburan malam di seluruh penjuru kota.Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa ini dimulai pada pukul 12.30 WIB di Balai Kota Semarang, Jl. Pemuda, Selasa (12/10/2004). Di Kantor Dinas Walikota ini mereka langsung berorasi. Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor dan beberapa mobil.Koordinator Aksi Syarif menyatakan penutupan tempat hiburan malam merupakan upaya terkecil dalam memerangi penyakit masyarakat. Apalagi dalam waktu dekat akan datang bulan suci Ramadhan. "Tidak ada pilihan lain kecuali menutup tempat-tempat maksiat seperti itu," teriaknya disambut tepuk tangan peserta aksi.Selain meminta penutupan tempat hiburan malam, BEM Unisula juga meminta pemerintah menutup lokalisasi Sunan Kuning, menertibkan penjualan minuman keras. Mereka menuntut wali kota bertindak tegas tanpa pandang bulu.Setelah beberapa saat berorasi, Asisten Tata Praja Pemkot Semarang Marmo menemui peserta aksi. Dirinya menyatakan setuju dengan yang disuarakan para mahasiswa. Hanya saja, tuntutan itu tidak akan terlaksana tanpa ada dukungan dari instansi lain."Kami berterima kasih atas dukungan dari mahasiswa untuk melakukan langkah-langkah menjelang bulan Ramadhan. Pemerintah akan bekerja sama dengan instansi terkait. Semoga gerakan seperti ini tidak berhenti begini saja," katanya.Setelah puas menemui staf Pemkot, pada pukul 13.25 WIB para demonstran meninggalkan halaman balai kota. Sebelumnya, mereka sempat mengancam pemerintah setempat dengan mengatakan akan ada aksi yang lebih besar kalau tuntutan mahasiswa tidak dilakukan."Kalau sampai pemerintah tidak merespons dengan baik atas tuntutan kami, kami akan datang dengan massa yang lebih besar," teriak Syarif.Sebelum berunjuk rasa soal penutupan tempat hiburan malam, para demonstran beraksi di Kawasan Bundaran Air Mancur, dan Pengadilan Tinggi. Mereka menuntut pembersihan mafia peradilan, terutama seperti yang terjadi di Purworejo. Ketika ditanya soal kasus di Purworejo, mereka tidak bisa menjawab dan kebingungan. (nrl/)


Berita Terkait