Pengamat: Perlu Ada Aturan Tayangan Reality Show

Pengamat: Perlu Ada Aturan Tayangan Reality Show

- detikNews
Selasa, 12 Okt 2004 14:45 WIB
Jakarta - Pengamat pertelevisian Veven SP Wardhana berpendapat, perlu adanya regulasi mengenai tayangan reality show terutama yang berkaitan dengan ketakutan. Hal ini untuk melindungi kepentingan dan psikologi publik."Regulasi ini penting agar jangan sampai jangan sampai dirugikan rasa ngeri yang berlebihan."Demikian kata Veven dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (12/10/2004) pukul 14.30 WIB. Seperti diketahui, tayangan reality show Paranoid yang ditayangkan Trans TV menuai gugatan. Diana Damey Pakpahan merasa dirugikan saat adanya syuting acara yang memunculkan hantu-hantu palsu.Menurut Veven, aturan tersebut, harus juga ditekankan mengenai kemasan tayangan tersebut. "Yang penting itu kemasan tayangannya harus diatur karena tayangan ini bisa memupuk rasa sadisme dalam masyarakat yang senang melihat orang lain takut," tukasnya.Veven juga melihat, tidak ada nilai yang bisa dipetik dari tayangan reality show yang menebarkan rasa takut itu. "Apa yang publik bisa ambil dari tayangan itu selain penonton terhibur karena ada orang yang ketakutan," tandasnya.Padahal, menurutnya, dampak terhadap psikologi korban dalam tayangan tersebut tidak pernah diperhatikan oleh rumah produksi. "Production house tidak melakukan pengecekan terhadap psikologi korban melalui medical record. Kondisi korban tidak hanya bisa dicek kepada orang tua maupun teman-temannya.""Kalau melihat hantu kuntilanak pasti ada dampaknya karena yang ditakuti pasti bukan pemberani. Apa ada jaminannya dari mereka," kata Veven.Untuk itu, Meneg Kominfo dan Komisi Penyiaran Indonesia harus segera mengeluarkan aturan ini. "Penataan tayangan seperti ini sangat penting dilakukan. Dan KPI hendaknya tidak reaktif lagi tapi lebih melihat visi pelaku penyiaran ke depan sehingga aturan-aturan yang dikeluarkan tidak lagi bersifat reaksioner," demikian Veven. (ton/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads