Andi: Lembaga Kepresidenan Bukan Tempat Penampung Pro SBY
Selasa, 12 Okt 2004 13:06 WIB
Bogor - Pengamat Politik Andi Mallarangeng menegaskan lembaga kepresidenan bukan sekadar tempat penampungan orang yang berjasa atas kemenangan SBY-JK melainkan beranggotakan pakar dan profesional.Hal ini disampaikan Andi Mallarangeng menjawab pertanyaan wartawan lembaga kepresidenan SBY terkesan mengakomodir pro SBY yang terbatas kemampuannya untuk masuk kabinet di kediaman SBY, Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Selasa (12/10/2004).Dikatakan Andi, SBY sebagai presiden pertama yang dipilih secara langsung perlu didukung tim yang efektif dalam menjalankan amanat rakyat."Masukan yang diberikan staf kepresidenan baik ekonomi, politik maupun lainnya merupakan masukan yang konstruktif dan tidak mencampuri keputusan presiden. Anggotanya, mempunyai kepakaran dan kemampuan di bidang tertentu. Jadi bukan sekadar untuk menampung," ujarnya.Ada 11 nama yang disebut-sebut bakal masuk dalam staf lembaga kepresidenan, yakni Andi Mallarangeng, M Chatib Basri, Denny JA, Muhamad Luthfi, Joyo Winoto, Fuad Munawar, Mayjen (purn) TNI Irfan Eddison, Mayjen (purn) TNI Djali Jusuf, Kurdi Mustofa, Dino Pati Djalal dan Heru Lelono.Mayoritas dari nama diatas sejak awal telah bergabung dalam tim SBY-JK pada pilpres putaran I dan II. Hanya ada dua nama baru, yakni Ekonom M Chatib Basri dan Direktur Amerika Utara & Tengah Deplu Dino Pati Djalal.
(aan/)











































