Sedikit demi sedikit, keluarga dan kerabat Opon (39) dan Sinta (18) yang merupakan korban pembunuhan Prada Mart Azzanul Ikhwan (23) mulai berdatangan di Pengadilan Militer II-09 Bandung. Mereka akan mengikuti sidang pembacaan putusan yang akan digelar hari ini.
Massa datang menggunakan mobil. Sebagian lainnya terlihat datang dengan menggunakan truk terbuka.
Mereka membawa sejumlah spanduk, poster dan bendera. Hingga saat ini, hanya keluarga yang telah memasuki gerbang. Sementara sekitar 200-an orang masih berkumpul di luar gerbang sekitar 50 meter dari Pengadilan Militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, massa akan diarahkan untuk berada di halaman pengadilan saja karena jumlahnya yang banyak dan tak memungkinkan untuk masuk ke ruang sidang.
Terlihat di antara keluarga yang hadir, yaitu suami sekaligus ayah korban, Juju, serta Yola, anak dan adik korban.
Kamis (11/4) lalu, sidang sempat rusuh karena keluarga dan kerabat serta teman-teman korban tidak puas atas tuntutan 20 tahun penjara. "Harusnya hukuman mati!" teriak mereka.
Mereka menuju pembatas ke kursi terdakwa dan pengunjung. Personel TNI dan polisi cukup sigap. Mereka membarikade jalan masuk ke kursi terdakwa itu. Beruntung tidak muncul aksi anarkis lebih jauh.
(tya/trw)











































