Kapolda Bali: Penanganan Teroris Harus Komprehensif
Selasa, 12 Okt 2004 10:01 WIB
Bali - Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika berpendapat, penanganan teroris harus dilakukan secara komprehensif antara polisi dengan masyarakat. Warga Bali pun diajak berperan serta."Kami bisa patroli sehebat apa pun, tapi kalau masyarakat tidak ada kepekaan terhadap ancaman, maka sulit untuk membendung 100 persen, pasti ada celah-celah yang bisa mereka lewati."Demikian kata Pastika di sela-sela acara peresmian Monumen Tragedi Kemanusiaan Peledakan Bom 12 Oktober 2002 di ground zero yang terletak di antara Sari Club dan Paddy's Pub jalan Legian Kuta Bali, Selasa (12/10/2004)."Untuk itu partisipasi seluruh masyarakat yang ada di Bali harus mengantisipasi ini, seperti pelaku pariwisata dan pemilik rumah kos," ujarnya.Menurut Pastika, tugas polisi dalam bidang penegakan hukum, artinya menangkap pelaku, membawa ke persidangan, itu saja tidak cukup. Harus ada langkah-langkah lain, terutama aspek penangkalan, pencegahan, dan penegakan hukum."Kami bertugas menangkap pelaku dan membawanya ke persidangan. Tapi masyarakat luas juga harus melakukan penangkalan dan pencegahan. Langkah riil yang sudah dilakukan polisi adalah melakukan patroli, menyebar intelijen dan menangkap pelaku," tuturnya.Polda Bali, lanjut dia, telah membentuk pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror yang beranggotakan 100 personel. Saat ini mereka tersebar di berbagai tempat, lengkap dengan sniper di 6 titik ketinggian yang mengelilingi Monumen Bom Bali."Sedangkan proses hukum kasus bom Bali masih terus berjalan. Mohon bersabar, tunggu waktu yang tepat untuk putusannya," demikian Pastika.
(sss/)











































