Afghan Tunda Hitung Suara Pilpres
Senin, 11 Okt 2004 23:09 WIB
Jakarta - Penghitungan suara Pilpres secara langsung di Afghanistan ditunda hingga pengumuman tentang bentuk penyelidikan terhadap tuduhan kecurangan.Pilpres di Afghanistan berlangsung pada 9 Oktober 2004. Usai Pilpres, muncul tuntutan oleh 15 dari 18 capres agar pemilihan diulang. Demikian dilaporkan BBC News, Senin (11/10/2004).Perundingan tengah berlangsung untuk memutuskan seperti apa bentuk penyelidikan atas tuduhan kecurangan. Sementara tim pengamat internasional telah mengesahkan pencoblosan. Kotak suara juga telah tiba di pusat-pusat penghitungan suara di seluruh Afghanistan.Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) yang mengirimkan 230 pemantau asing untuk pencoblosan mengakui ada ketidakberesan selama pencoblosan yang semestinya diusut.Namun utusan OSCE Robert Barry menilai tuntutan untuk membatalkan Pilpres tidak beralasan, mengingat warga Afghanistan sudah menanggung risiko dengan keluar rumah untuk menyoblos.Rezim Taliban yang telah terguling menilai Pilpres sebagai kegiatan yang disponsori kekuatan asing, dan menyatakan akan tetap melanjutkan perjuangan bersenjata. Meski demikian, tidak ada sabotase saat penyelenggaraan Pilpres.PBB yang membantu digelarnya penyoblosan Pilpres secara langsung di Afghanistan memuji jumlah penyoblos yang sangat besar. Lebih dari 10 juta orang terdaftar untuk mencoblos, dan banyak dari mereka pengungsi yang bermukim di Pakistan dan Iran.Hanya saja, pencoblosan diwarnai kemungkinan adanya pemilih ganda. Hal tersebut dikarenakan kualitas tinta yang buruk lantaran mudah luntur. Ini lah yang menyebabkan para capres yang merupakan rival Presiden sementara Afghanistan Hamid Karzai yang diunggulkan menang, menyerukan agar Pilpres dibatalkan.
(sss/)











































