Petugas Haji Jeddah Adakan Workshop Manajemen Haji
Senin, 11 Okt 2004 21:51 WIB
Jeddah - Peningkatan pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia melalui manajemen moderen merupakan salah satu target yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia.Petugas Haji yang terdiri dari para Karyawan Bidang Urusan Haji Konsulat Jenderal RI Jeddah selaku perpanjangan tangan Departemen Agama RI melangsungkan workshop manajemen operasional haji.Sasarannya adalah peningkatan kinerja, terutama pengelolaan keuangan dan semakin terstrukuturnya pola penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, serta merupakan bentuk peningkatan SDM melalui manajemen moderen sebagai langkah persiapan haji tahun 2005.Drs H Fauzi Amnur selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji yang membuka acara tersebut di Kantor Bidang Urusan Haji Konsulat Jenderal RI Jeddah, Senin (11/10/2004). Workshop berlangsung selama empat hari."Dengan dilangsungkannya workshop ini dapat dijadikan tolak ukur penyempurnaan operasional haji secara kontinu, dalam meningkatkan pelayanan terhadap jamaah haji, sebagaimana yang dicanangkan oleh Pemerintah RI yang tiada hentinya pada setiap tahun untuk menciptakan langkah terobosan baru, dan dapat memenej pelaksanaan operasional haji secara profesional," katanya.Prof DR Muslim Nasution selaku Konsul Haji Indonesia Jeddah mengimbau kepada seluruh karyawan agar bisa memahami secara mendalam manajemen haji demi peningkatan kinerja, terutama pengelolaan keuangan lebih akuntabel dan semakin terstrukturnya pola manajemen haji yang moderen.Khairiansyah Salman selaku training specialist pada Pusat Studi Investasi dan Keuangan Jakarta bertindak sebagai fasilitator dengan materi seputar mekanisme manajemen keuangan haji bersumber dari RAPBN hasil kesepakatan DPR RI. Titik berat materi mengenai aktivitas dasar budgeting dan sistem kontrol pelaporan dengan sasaran produk manajemen sebagai acuan menuju petugas haji yang lebih profesional."Dengan peningkatan SDM melalui workshop manajemen haji, menjadikan semua petugas haji dapat berkinerja lebih mawas diri dan terkontrol dalam pengelolaan keuangan, lebih akuntabel sesuai harapan pemerintah, dan sebagai petugas yang profesional melayani para dhyufurrahman," kata Muslim Nasution.
(sss/)











































