Pihak sekolah akan mendata para siswa peserta ujian yang saat ini masih tersebar dan berada di tempat-tempat pengungsian. "Para siswa peserta ujian sebagian besar ikut mengungsi bersama orang tua mereka di beberapa lokasi, Kami masih mendata keberadaan siswa peserta ujian nasional tersebut," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Batur, Suradi kepada wartawan, Minggu (21/4/2013).
Pasca terjadi gempa, dari total jumlah siswa di SMPN 2 Batur 132 siswa, hanya 10 anak yang tetap masuk sekolah. Rata-rata mereka anak-anak dari Desa Kepakisan dan Pasurenan yang paling besar dilanda gempa. Pihaknya berharap para siswa peserta UN akan datang ke sekolah untuk mengikuti ujian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berharap pemerintah setempat mau membantu menyediakan kendaraan agar bisa menjemput siswa yang tersebar di beberapa lokasi berbeda.
"UN harus tetap dilakukan, kami meminta back up agar siswa bisa datang ke sekolah besok," ujarnya.
Suradi belum bisa memastikan apakah UN akan digelar di dalam atau di luar ruangan. Ia khawatir para siswa masih khawatir adanya gempa susulan.
"Ujian nasional yang akan diikuti para siswa dilakukan di ruangan atau di luar ruangan akan di kondisikan nanti setelah pendataan para peserta ujian," tuturnya.
(arb/mok)











































