Istri Agung Hamid akan Diperiksa Poltabes Yogyakarta
Senin, 11 Okt 2004 16:26 WIB
Yogyakarta - Istri kedua salah satu tersangka kasus bom di Makkasar Agung Abdul Hamid yakni Panca Budi Yanu Achiriyah, dalam waktu dekat ini akan diperiksa dan dimintai keterangan oleh tim Reskrim Poltabes Yogyakarta.Pemeriksaan terhadap Panca Budi yang bertempat tinggal di Jl Patangpuluhan Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta itu rencananya akan dilakukan pada hari Selasa (12/10/2004). Panca akan diperiksa petugas berkaitan dengan dua sepeda motor yang diamankan petugas saat penangkapan terhadap Agung Hamid pada hari Minggu (3/10/2004) dan Munir Anshori pada tanggal 26/9/2004).Dari rumah kontrakan dua orang tersangka itu diamankan dua sepeda motor buatan Cina. Motor tersebut setelah diperiksa surat tanda nomor kendaraan (STNK) ternyata menggunakan atas nama Panca Budi dengan menggunakan alamat rumah satunya di kampung Serangan Kecamatan Ngampilan Yogyakarta. Dua sepeda motor tersebut setelah ditelesuri ternyata dibeli oleh Panca secara kredit dari sebuah dealer.Agung Hamid berada di Yogyakarta dengan bertempat tinggal/kos secara berpindah- pindahsebanyak 6 kali selama 8 bulan. Dia juga selama itu tidak hanya tinggal di Yogyakarta saja tetapi juga sering berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya. Kota yang pernah menjadi tempat pelarian dan persembunyiannya antara lain Jakarta, Tangerang,Cirebon, Bandung dan Tegal.Kota Yogyakarta juga tidak asing bagi Agung Hamid. Selain mempunyai istri dan mertua yang tinggal di Yogyakarta, dia juga pernah mengenyam pendidikan di sebuah perguruan tinggi swasta meski tidak sampai selesai."Kita akan meminta keterangan kepada Panca Budi berkaitan sepeda motor yang dipakai Agung Hamid maupun Munir Anshori itu ternyata menggunakan atas nama Panca dalam STNK-nya," kata Kasat Reskrim Poltabes Yogyakarta Kompol Endi Sutendi kepada wartawan,dikantor Jl Reksobayan Yogyakarta, Senin (11/10/2004).Menurut Endi, petugas hari ini telah mengirimkan surat pemanggilan kepada Panca hari ini langsung ke rumahnya di Serangan Ngampilan. "Pemeriksaan baru bisa dilakukan Selasa besok bila datang dan berjalan lancar," katanya.Apakah berarti istri Agung Hamid ikut menyembunyikan tersangka dan tidak pernah melaporkan kepada polisi serta pernah bertemu dengan suaminya? Endi enggan menjawabnya. "Kita lihat besok bagaimana hasilnya, kita hanya memeriksa dari barangbukti sepeda motor yang ditemukan saja dulu," katanya.
(nrl/)











































