Sandera Cina Diancam akan Dibunuh, Negosiasi Berlangsung
Senin, 11 Okt 2004 15:54 WIB
Jakarta - Kelompok militan di Pakistan yang menyandera dua warga Cina mengancam akan membunuh salah satu dari tawanan itu pada Senin ini, jika pasukan keamanan tidak menghentikan pengepungan di tempat persembunyian mereka.Penculik menetapkan tenggat waktu Senin siang waktu setempat. Namun negosiasi masih terus berlangsung dengan kelompok penyandera di wilayah kesukuan South Waziristan setelah deadline terlewati."Kami sedang menunggu hasilnya, ada pembicaraan yang berlangsung dengan mereka saat ini," ujar Brigjen Javed Cheema, Direktur Jenderal Sel Krisis Manajemen Kementerian Dalam Negeri Pakistan.Sebelumnya seorang pejabat senior keamanan Pakistan lainnya yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa dirinya yakin deadline akan berlalu tanpa adanya insiden.Para penculik, dengan bahan peledak yang diikatkan ke tubuh mereka, bersembunyi di sebuah rumah yang dikelilingi pasukan keamanan di daerah Chagmalai, South Waziristan, sekitar 330 kilometer barat daya ibukota Islamabad.South Waziristan merupakan wilayah kesukuan yang berbatasan dengan Afghanistan. Ratusan orang telah meninggal dalam pertempuran antara pasukan keamanan dan para tersangka militan al Qaeda sejak bulan Maret lalu di daerah tersebut.Menteri Dalam Negeri Pakistan Aftab Ahmed Khan Sherpao mengatakan kepada wartawan di kota Karachi bahwa penyandera menuntut pemerintah membebaskan dua militan warga Uzbekistan yang ditahan di wilayah kesukuan tersebut.Menurut Sherpao, ada empat orang yang menculik kedua teknisi asal Cina itu. Tiga diantaranya kelihatan seperti warga Afghan. Dituturkannya, mereka punya kaitan dengan al Qaeda dan suku-suku lokal.
(ita/)











































