Kalla: Kami Tak Buru-Buru Ganti Panglima TNI
Senin, 11 Okt 2004 14:59 WIB
Bogor -
Niat pengunduran diri Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto tampaknya sulit terwujud. Selain mayoritas Fraksi DPR meminta ditunda, pasangan Presiden dan Wapres terpilih SBY-JK pun tidak berniat mengganti panglima. "Memang kapolri dan panglima merupakan bagian dari kabinet. Sejauh ini, kami tidak buru-buru untuk mengganti. Tetapi, kami akan bicarakan nanti," kata Cawapres terpilih Jusuf Kalla usai pertemuan di kediaman Presiden terpilih SBY di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jakarta, Senin (11/10/2004).Rapat yang membahas calon menteri dan struktur kabinet dihadiri Yusril Ihza Mahendra dan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Widodo AS. "Kehadiran Pak Widodo dalam kapasitas sebagai penasihat senior SBY-JK," demikian Kalla.Mayoritas fraksi di DPR berpendapat, pengunduran diri Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto ditunda hingga pelantikan presiden terpilih 2004. Hal ini dikarenakan alat kelengkapan DPR seperti komisi dan Badan Musyawarah belum terbentuk. Fraksi yang meminta penundaan yakni, F-PKB, F-PAN,F-PD dan F-PKS yang merupakan fraksi pro SBY. Sedangkan, Fraksi Partai Golkar yang mengomandani Koalisi Kebangsaan dan F-PPP mendukung niat panglima untuk mundur dari jabatan.
(aan/)










































