DetikNews
Rabu 17 April 2013, 16:34 WIB

PN Jakpus Kembali Adili Bank Singapura yang Diduga Hilangkan Tali Pusar

- detikNews
PN Jakpus Kembali Adili Bank Singapura yang Diduga Hilangkan Tali Pusar
Jakarta - Kasus dugaan hilangnya tali pusar yang dititipkan di bank Stemcord LTD Singapura kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Dua tersangka dalam kasus itu enggan memberikan komentar atas kasus yang menjeratnya.

Stemcord Singapura di Indonesia dipasarkan oleh agen pemasaran PT Krista Medika yang berkantor di Jakarta. Duduk sebagai terdakwa adalah Komisaris PT Krista Medika Yuri Puji Listiyani dan Dewan Komisaris PT Krista Medika dr RR R Nani Permadhi Kolopaking.

\\\"Maaf, kalau lebih lanjut tanya kuasa hukum saya saja,\\\" kata Yuri Puji kepada wartawan di PN Jakpus, Jalan Gadjah Mada, Rabu (17\/4\/2013).

Julita hadir di PN Jakpus didampingi kuasa hukum dan kerabatnya. Dia tampak berapi-api menerangkan kasus hilangnya tali pusar anak ketiganya itu.

\\\"Sebelumnya saya tidak percaya dengan menyimpan tali pusar. Tetapi saya kepepet karena Papi saya lagi sakit diabetes,\\\" ujar Julita.

Kuasa hukum Julita, Gabriel Goa, membawa salinan tanggapan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait permasalahan ini. Dalam rekomendasi Kemenkes tertanggal 3 Agustus 2007 itu, Kemenkes menindaklanjuti permohonan dari PT Krista Medika yaitu pihak Kemenkas tak pernah memberikan izin kepada PT Krista Medika.

\\\"Kami juga sudah ke Komnas HAM karena kami menerima surat pengaduan adanya penipuan. Kami inginnya dimediasi oleh Komnas HAM. Tapi ketika kami sudah datang ke Komnas HAM, pihak PT Krista Medika tidak datang dan melaporkan kami ke pengadilan,\\\" ujar Gabriel.

Sidang siang ini beragendakan mendengarkan keterangan Julita Indrawati Suryadi. Wartawan masih terus mencari keterangan dari kuasa hukum Yuri yang masih beracara di PN Jakpus.

Kasus ini bermula saat Julita menyimpan tali pusar anak ketiganya ke bank tersebut pada 10 Agustus 2006. Dia mengeluarkan kocek sebesar SGD 2 ribu dan harus membayar iuran SGD 267 per tahun.

Pada 2010 saat dirinya hendak mengambil tali pusar tersebut, benda titipannya hilang entah ke mana. Bahkan dia dituding tidak pernah melakukan pembayaran atau iuran tahunan. Kasus ini lalu bergulir ke meja hijau.

Kini orang bisa menyimpan darah tali pusat ke Bank Tali Pusat sebagai investasi kesehatan masa depan. Darah tali pusat (pusar) janin merupakan darah yang ditemukan dalam plasenta bayi yang baru lahir. Biasanya bahan ini dibuang setelah bayi dilahirkan, sampai akhirnya ilmuwan menemukan bahwa darah tali pusat penuh dengan sel induk (stem cell).

Sel induk dewasa dapat membantu memperbaiki jaringan yang rusak dalam tubuh dan beredar ke semua sitem sepanjang hidup manusia. Tetapi sel yang lebih muda kemungkinan lebih besar memiliki khasiat menyembuhkan.

Dalam dunia kedokteran, sel induk atau sel punca digunakan untuk mengisi tubuh setelah pengobatan kanker.





(asp/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed