Kepala Desa Selli, Saharuddin yang dihubungi detikcom menyebutkan saat peristiwa naas itu terjadi, sebanyak sepuluh petani dari dua desa yang bertetangga di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tersebut tengah memanen hasil padinya di areal persawahan Dusun Libureng, Desa Selli sekitar pukul 16.30 Wita, Sabtu (13/4/2013).
"Sebelum kejadian, langit cukup cerah dan pada saat hujan turun, para korban berteduh di gubuk pematang sawah, tiba-tiba petir yang menggelegar dan menyambar para korban tersebut," ujar Saharuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Desa Mattaropuli, Andi Hamka menyesalkan tidak tersedianya mobil ambulans di puskesmas hingga terpaksa keenam jenazah tersebut dibopong seadanya dengan berlapiskan sarung ke rumah korban 4 hingga 7 km jauhnya.
"Kami sangat prihatin dengan tidak adanya mobil ambulans yang tersedia, terpaksa para korban dibopong ramai-ramai oleh warga, padahal baru saja pelaksanaan Pilkada Bupati, ada banyak mobil ambulans milik kandidat yang berseliweran waktu itu," pungkas Andi.
Hingga kini keenam korban tewas tersebut sudah disemayamkan di rumah duka mereka masing-masing. Rencananya, besok siang, usai pelaksanaan salat dzuhur, para korban tersebut akan dimakamkan di taman pekuburan umum di desa masing-masing.
Selain enam warga tewas yang tersambar petir, di tempat terpisah seorang warga Desa Selli lainnya, yang bernama Ibu Naima, tewas tertimpa pohon tumbang akibat terpaan angin kencang.
(mna/mok)











































