"Sangat membantu masa-masa kampanye sebelum pemilu. Nantinya mereka bisa kampanyekan program dia," Ujar Direktur Advokasi dan Monitoring Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PHSK), Ronald Rofiandi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013).
Ronald mengatakan, harus disadari bahwa dinamika sosial politik di luar senayan cukup ramai dibicarakan di media sosial. Jadi media sosial nantinya bisa mengkualifikasi caleg dari kinerjanya selama di parlemen.
"Mereka akan duduk dalam lembaga di mana masyarakat kritis dan melek, cepat dan instan namun memang perlu verifikasi. Dan di media sosial semua orang bisa mengkritrik dan merespon," ujarnya.
Ketua DPP Partai Hanura, Saleh Husain pun mengatakan bahwa nantinya dirinya pun akan menggunakan media sosial untuk mengutarakan program-programnya. "Iya saya akan gunakan untuk kenalkan program saya di semua media sosial," imbuhnya.
(spt/ndr)











































