Hidayat Nurwahid Mundur dari Ketua Umum PKS
Minggu, 10 Okt 2004 21:57 WIB
Jakarta -
Hidayat Nurwahid mundur dari jabatan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Wilayah Dakwah DPP PKS, Tifatul Rum Sembiring yang akan menduduki jabatan sementara presiden PKS."Keputusannya sudah ditetapkan Jumat lalu dalam sebuah rapat. Dan rencananya Senin besok akan diumumkan ke publik," kata Ketua Departemen Komunikasin dan Humas DPP PKS Suryama Sastra saat dihubungi detikcom di Jakarta, Minggu (10/10/2004).Mundurnya Hidayat Nurwahid, kata Suryama, karena tidak diperkenankan rangkap jabatan antara ketua MPR dan presiden PKS. Hal ini juga sebagai bentuk pendidikan politik bagi rakyat. "Harapan masyarakat yang sangat besar jangan sampai diluluhkan dengan prilaku politik yang tidak dewasa. Parlemen adalah pilar yang harus dihormati, begitu juga dengan partai," katanya.Jika nanti belakangan ada masalah, kata Suryama, maka tidak akan terjadi conflict of interest yang terjadi pada pucuk pimpinannya. "Jabatan ketua MPR adalah jabatan pubik yang tidak boleh dirangkap," ungkap Suryama.Suryama menungkapkan, setelah Hidayat mundur kemudian diserahkan masalah itu ke Majelis Syuro PKS. "Majelis syuro telah menunjuk penggantinya yakni Ketua Wilayah Dakwah Tifatul. Dia akan menjabat sementara hingga April 2005," katanya.Suryama menjelaskan, memang dalam aturan dan ketentuan di MPR tidak ada larangan seorang ketua atau pimpinan parpol menjadi ketua MPR. "Namun dalam AD/ART PKS sudah dijelaskan ada larangan untuk rangkap jabatan terlebih lagi itu jabatan publik,' tegasnya.Akan tetapi, kata Suryama, saat tengah dipertimbangkan untuk mempercepat muktamar nasional PKS untuk mencari pengganti Hidayat Nurwahid.
(mar/)










































