Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tolak Rencana Kunker DPR ke Rusia

- detikNews
Sabtu, 13 Apr 2013 03:27 WIB
Jakarta - Komisi III DPR RI berencana untuk mengunjungi Belanda, Perancis, Rusia dan Inggris dalam rangka pembahasan RUU KUHP dan KUHAP. Namun, untuk kunjungan ke Rusia, telah mendapat penolakan dari Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Pemira).

"Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira - PPI Rusia) menilai, kunker yang hendak dilakukan pada 14-19 April 2013 tersebut kurang tepat sasaran dan berlebihan karena Republik Federasi Rusia menganut sistem hukum civil law yang pada dasarnya sama dengan Belanda dan Perancis," ujar Wakil Ketua Permira Pusat, Ghozy Ul-Haq, dalam pernyataan tertulis yang diterima, Sabtu (13/4/2013).

Permira menyoroti rencana kunjungan tersebut. Jika nantinya tetap akan dilakukan, Permira menuntut Komisi III DPR memenuhi enam poin yang telah mereka susun untuk kunker tersebut. Berikut enam tuntutan Permira:

1. Permira menuntut kepada delegasi Komisi III yang datang untuk terbuka mempublikasikan kepada
masyarakat Indonesia mengenai tujuan, agenda kegiatan yang akan dilaksanakan, target hasil yang
ingin dicapai dan juga transparan mengenai biaya/anggaran yang digunakan selama kunjungan kerja di
Republik Federasi Rusia sebagai bentuk pertanggungjawaban pada publik. Informasi ini harus sudah bisa
diakses sebelum kedatangan delegasi Komisi III ke Republik Federasi Rusia.

2. Permira menuntut agar diselenggarakannya petemuan terbuka dengan masyarakat Indonesia dan
juga dengan mahasiswa dalam hal ini diwakili oleh Permira. Kami sangat berharap agar semua delegasi
bisa hadir dalam pertemuan ini dan berdialog dengan masyarakat Indonesia di Rusia.

3. Permira menuntut kesediaan delegasi untuk didampingi oleh mahasiswa perwakilan dari Permira
selama kegiatan kunjungan kerja di Republik Federasi Rusia dan juga bersedia untuk didokumentasikan.
Adapun mahasiswa bersedia untuk dilibatkan untuk mempertajam dan memperdalam hasil yang sudah
diperoleh sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.

4. Permira menuntut agar delegasi yang datang dalam kunjungan kerja kali ini hanya untuk mereka yang
memang benar-benar berwenang dan berkompeten untuk melakukan kegiatan kunjungan kerja dan
tidak ditumpangi oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan dalam kunjungan kerja.

5. Mengingat kunjungan kerja ini memakan biaya yang tidak sedikit, Permira menuntut agar delegasi
yang datang benar-benar siap dan memaksimalkan kunjungan kerjanya sehingga bisa mendapatkan hasil
yang bermanfaat, tepat sasaran sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.

6. Permira menuntut agar ada sebuah hasil yang kongkret/nyata dari kegiatan kunjungan kerja selama di
Republik Federasi Rusia dan juga data hasil kegiatan kunjungan kerja yang berupa laporan, rekomendasi
dan lainnya dipublikasikan di situs milik Komisi III dan media nasional.

Jika enam tuntutan ini tak dipenuhi, maka Permira akan menolak kunjungan kerja Komisi III DPR ke Rusia. "Jika Delegasi Komisi III yang datang tidak mengindahkan sikap ini, maka Permira mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Federasi Rusia, untuk bersama-sama menolak rencana kunker ini," ujar Ghozy.

(trq/kff)