Pengunduran Panglima Tidak Ganggu Pemerintahan SBY

Pengunduran Panglima Tidak Ganggu Pemerintahan SBY

- detikNews
Minggu, 10 Okt 2004 00:14 WIB
Jakarta - Pengunduran diri Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto diduga tidak akan mengganggu pemerintahan SBY. Karena diperkirakan SBY sudah memiliki calon pilihannya di level TNI maupun Polri. Namun dengan pengangkatan KASAD TNI-AD Jendral Ryamrizard Ryacudu selaku Panglima TNI sementara dipastikan akan menyulitkan pemerintahan SBY. "Mungkin SBY sudah punya nama-nama orang di level kedua baik di TN maupun Polri. Dia pasti sudah punya. Namanya presiden terpilih pasti ada bayangan. Tapi diangkatnya Ryamizard Ryacudu mungkin agak sedikit mengganggu," kata Jumhur Hidayat, Sekjen Partai Serikat Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Kerakyatan yang ditemui wartawan usai syukuran Koalisi Kerakyatan di Panti Asuhan, Putra Nusa, Jakarta, Sabtu (9/10/2004).Aktivis buruh ini beranggapan bahwa akan menjadi persoalan bila ternyata SBY tidak menginginkan Ryamizard selaku Panglima TNI. Walaupun demikian, pengunduran diri Endriartono dan pengangkatan sementara Ryamizard harus menunggu persetujuan DPR. DPR sendiri baru akan membahas permohonan Panglima, Senin pekan depan. "Seandainya SBY tidak terlalu menginginkan Ryamizard dan menggantinya begitu terpilih kan tidak mungkin. Tapi paling tidak mudah-mudahan setelah dipilih dan Ryamizard disetujui mudah-mudahan ada saling pengertian antara keduanya," harap Jumhur. Ketika ditanyakan lebih lanjut mengenai Keppres Megawati yang mengangkat Hari Sabarno dan AM Hendropriyono menjadi jenderal bintang empat, Jumhur mengaku terkejut. Menurut Jumhur pengangkatan seorang jendral bintang empat harus memenuhi beberapa persyaratan. Syarat utama adalah orang yang bersangkutan telah berjasa besar kepada negara. "Harus orang yang luar biasa, bukan karena pengabdian kepada individu. Mungkin orang bisa jadi jenderal kalau dia punya jasa besar ke negara. Kalau feeling saya, pengangkatan Hari Sabarno dan AM Hendropriyono buat saya agak mencengangkan. Kalau dapat jenderal penuh karena pengabdian kepada negara biasa-biasa saja menurut saya," papar Jumhur. (dni/)


Berita Terkait