Howard Menangkan Pemilu di Australia
Sabtu, 09 Okt 2004 21:58 WIB
Jakarta - Hasil dari pemilu Federal Australia menunjukkan John Howard akan melanjutkan jabatannya sebagai Perdana Menteri. Dengan lebih dari 70 persen suara yang sudah terhitung, hasil sementara menunjukkan Howard unggul atas Pemimpin partai Buruh Australia Mark Latham. latham mengaku kalah dalam pemilihan umum hari Sabtu (9/10/200). Dengan demikian Perdana Menteri John Howard akan melanjutkan jabatannya untuk periode ke-4. "Beberapa saat lalu saya berbicara dengan Howard dan memberi ucapan selamat kepada dia dan keluarga," kata Latham kepada para pendukungnya.Proyeksi dengan komputer memperkirakan Howard akan mendapatkan 74 kursi dengan kemungkinan mendapat 11 tambahan kursi lagi. Jajak pendapat sebelum pemilihan memperkirakan bahwa hasilnya akan sangat ketat, namun hasil awal tidak menunjukkan tanda-tanda mengembirakan bagi kubu Latham. Televisi ABC dalam laporannya jam 17.00 WIB mengatakan dengan 34 persen suara sudah dihitung, koalisi Liberal National mendapat tambahan 3 persen suara, sedangkan 3,2 persen suara berpaling dari partai BuruhIsu-isu domestik sangat mewarnai pemilihan kali ini, meskipun dua calon utama juga mempunyai pandangan berbeda mengenai perang Irak. Penduduk Australia yang berjumlah 13 juta orang harus memilih antara tokoh veteran John Howard dan politikus muda berkharisma dari partai Buruh,Mark Latham."Saya kira di tingkat sekarang ini, hampir mustahil bagi partai Buruh untuk menang," kata Senator Prtai Buruh Robert Ray kepada jaringan televisi Nine Network. Mantan pemimpin oposisi Kim Beazley kepada kantor berita Perancis, AFP mengatakan bahwa pemilihan sudah berakhir, dan selesai.Koalisi Liberal National pimpinan John Howard menguasai parlemen sebelumnya dengan 82 kursi, sedangkan Buruh memiliki 64 kursi. Sisanya diduduki oleh partai kecil atau anggota independen."Bagus juga kalau menjadi pemenang jam 22.30 malam hari Sabtu," kata Latham sambil bergurau.
(dni/)











































