Dirampok Usai Pengajian, Desi dan Fitri Ditemukan Tewas
Sabtu, 09 Okt 2004 13:50 WIB
Jakarta - Dua mahasiswi Universitas Ahmad Yani, Bandung yang dirampok usai mengikuti pengajian Aa Gym di Ponpes Daarut Tauhiid hari Kamis (7/10/2004) ditemukan. Desi dan Ratih ditemukan dalam keadaan tewas.Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Bandung AKBP Irwanto. "Arus sungai Citarum tidak terlalu deras, namun sangat keruh sehingga mempersulit pencarian. Pencarian keduanya dilanjutkan tadi pagi setelah kemarin gagal," ujarnya ketika dihubungi detikcom, Sabtu (9/10/2004).Jenazah Desi ditemukan pukul 10.00 WIB, hari ini, sekitar 200 meter di bawah jembatan Sasaksaat desa Nanjung Marga Asih, Kabupaten Bandung tempat mereka dibuang. Sedangkan jenzah Ratih ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB. Kedua jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RS Hasan Sadikin, Bandung untuk diotopsi.Lebih lanjut lagi, menurut Irwanto pihaknya belum menemukan pelaku, walaupun sudah mengetahui identitasnya. "Kami masih kejar para pelaku, mudah-mudahan dapat segera ditangkap," lanjutnya.Sebelumnya, Ratih (19) warga Ciwidey Kabupaten Bandung, Desi (19) dari Sumedang dan Indah Rahayu (18) penduduk Ciparay Kabupaten Bandung baru saja usai mengikuti pengajian Aa Gym di Ponpes Daarut Tauhiid hari Kamis (7/10/2004) tengah malam.Menjelang pukul 24.00 WIB, mereka naik angkot jurusan Cimahi-Leuwipanjang. Di atas angkot itu dikabarkan sudah ada 6 orang pria, 2 duduk di depan dan 4 lainnya di belakang. Baru saja berjalan beberapa ratus meter, ketiga gadis malang ini tiba-tiba ditodong oleh kawanan pelaku ini dengan pisau. Uang, perhiasan dan tas yang dibawa ketiganya pun dirampas kawanan ini.Ketiganya kemudian diikat, kemudian dibuang ke Sungai Citarum dari jembatan Sasaksaat.Indah Rahayu bisa melepaskan dirinya, kemudian ditemukan warga pada pagi harinya. Ia kemudian melaporkan kejadian ini kepada polisi.
(dit/)











































