Pemilu Afghan, Kandidat Presiden Perempuan Yakin Menang
Sabtu, 09 Okt 2004 13:28 WIB
Jakarta -
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Afghanistan, negeri bekas rezim Taliban itu menggelar pemilihan presiden secara langsung, hari Sabtu ini. Tercatat 18 kandidat yang akan memperebutkan suara, termasuk Presiden Afghan saat ini Hamid Karzai. Yang menarik dari pemilu bersejarah ini, dari 18 kandidat ada seorang perempuan bernama Dr. Massouda Jalal. Meskipun sulit bagi dirinya untuk memenangkan pemilu ini, namun kehadirannya tetap menarik perhatian. Ini mengingat selama masa rezim Taliban, hak-hak dan ruang gerak kaum perempuan Afghan sangat dibatasi. Di bawah kekuasaan Taliban, para perempuan dilarang keluar rumah, mereka tidak diizinkan pergi ke sekolah dan bekerja.Sejak pemerintahan transisi berkuasa, aturan-aturan tersebut memang telah berubah. Namun tetap saja masih butuh waktu untuk adanya perubahan sosial yang lebih luas. Pada pemilu ini, 42 persen pemilih yang terdaftar adalah perempuan. Lebih tepatnya, dari 10,5 juta warga Afghan yang terdaftar untuk memilih, 42 persen diantaranya adalah kaum perempuan. Demikian seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (9/10/2004). Namun ada kekhawatiran bahwa banyak dari mereka tidak akan menggunakan hak pilihnya dikarenakan intimidasi dari elemen-elemen Muslim konservatif. Terlebih adanya ancaman dari kelompok Taliban untuk menyerang siapa saja yang ikut serta dalam pemilu. Meski begitu Dr Jalal tetap optimis untuk menang. "Saya bisa menang pada 9 Oktober karena saya seorang perempuan, dan di Afghanistan hanya perempuanlah yang tangannya tidak berlumur darah," ujar satu-satunya kandidat presiden perempuan itu seperti dikutip harian Inggris, Independent belum lama ini.Perempuan berusia 41 tahun itu menunjukkan keberaniannya sebagai dokter di ibukota Kabul selama perang saudara tahun 1990-an. Ia juga pernah mengelola kantor Komisi Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR) semasa rezim Taliban, yang memaksanya untuk mengenakan burkha dan pernah memerintahkan dirinya dipenjara selama beberapa hari.Pencalonan Jalal telah mengundang kemarahan kaum fundamentalis. Namun ibu tiga anak itu tidak gentar. "Jika saya menunjukkan kelemahan, beberapa pria akan bilang, lihat dia tidak berani," tuturnya. Dengan lantang Jalal berujar bahwa Afghanistan siap untuk presiden perempuan.Bagiamanapun yakinnya Jalal, namun kalangan pengamat menilai bahwa dirinya akan sulit mengalahkan Presiden Karzai, yang diprediksi akan meraih kemenangan. Jalal tidak risau soal itu. "Jika saya bukan pemenangnya, kampanye saya akan tetap penting. Sebagai seorang perempuan, saya memberikan banyak keberanian bagi para perempuan di Afghanistan," tegasnya. Bravo!
(ita/)










































