Sandera Inggris Akhirnya Dipenggal

Sandera Inggris Akhirnya Dipenggal

- detikNews
Sabtu, 09 Okt 2004 12:06 WIB
Jakarta - Malang benar nasib sandera Inggris, Kenneth Bigley. Setelah beberapa kali memohon kepada Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair untuk membantu membebaskan dirinya, pria berusia 62 tahun itu akhirnya mati di tangan para penculik.Pria yang diculik kelompok bersenjata Irak dan disandera sejak bulan lalu itu, telah tewas dipenggal. Berita mengenai pemenggalan Bigley pertama kali disiarkan televisi Abu Dhabi, Jumat (8/10/2004) waktu setempat. Tak lama kemudian saksi mata Reuters melaporkan bahwa militan Irak merilis video yang memperlihatkan pembunuhan teknisi Inggris itu. Demikian seperti dilansir BBC, Sabtu (9/10/2004).Berita kematian Bigley mengejutkan masyarakat Inggris dan keluarganya. Terlebih setelah pihak keluarga berupaya keras membebaskan Bigley, termasuk minta bantuan kepada Presiden Libya Moammar Khadafi. Pemimpin Libya itu pada Rabu (6/10/2004) lalu menyerukan penculik untuk membebaskan Bigley.Bigley diculik di Baghdad bersama dua rekannya asal AS oleh kelompok yang menamakan diri Tawhid wal Jihad pada 16 September lalu. Kelompok itu dipimpin oleh militan asal Yordania, Abu Musab al-Zarqawi, orang yang dianggap AS sebagai musuhnya paling berbahaya di Irak.Berita mengenai Bigley terakhir kali muncul pada 29 September lalu, ketika televisi Al-Jazeera menayangkan rekaman video dirinya yang memohon kepada PM Blair untuk menyelamatkan jiwanya. Bigley meminta Blair untuk memenuhi tuntutan penculik -- membebaskan tahanan perempuan Irak dalam penjara yang dikelola AS. Namun pemerintah Inggris telah menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan militan. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads