Debat Kedua, Kerry & Bush Kembali Beradu Mulut Soal Irak
Sabtu, 09 Okt 2004 10:57 WIB
Jakarta - John Kerry dan George W. Bush kembali beradu mulut dalam sesi debat kepresidenan kedua menjelang pemilihan presiden AS, 2 November mendatang. Seperti halnya pada debat pertama, masalah Irak juga kembali mendominasi perdebatan kali ini.Senator Kerry mengecam Bush sehubungan dengan adanya laporan bahwa Irak tidak memiliki senjata pemusnah massal seperti yang selama ini dituduhkan pemerintah AS. "Presiden tidak menemukan senjata pemusnah massal di Irak jadi dia benar-benar mengubah kampanyenya menjadi senjata penipuan massal," cetus kandidat presiden Demokrat itu seperti dilansir AFP, Sabtu (9/10/2004).Presiden Bush balik menyerang Kerry soal sikapnya yang berubah-ubah mengenai isu Irak. Karena awalnya dalam sidang Senat, Kerry memilih untuk mengesahkan aksi militer di Irak, namun kemudian menentang perang Irak."Itu mengirimkan sinyal yang membingungkan bagi rakyat," tutur Bush. "Dia bilang dia menganggap Saddam Hussein adalah ancaman besar dan sekarang bilang bahwa salah untuk menggulingkan Saddam Hussein dari kekuasaan," imbuhnya."Saya bisa lihat mengapa orang berpikiran bahwa dia cukup sering berubah-ubah sikap, karena dia memang begitu," cetus Bush dalam debat terbuka yang berlangsung 90 menit di Washington University, Missouri.Bush juga kembali membela keputusannya menyerang Irak meski adanya laporan dari kepala inspektor senjata AS yang menyatakan bahwa tidak ada bukti Irak memiliki program senjata pemusnah massal. "Saddam Hussein adalah ancaman unik dan dunia lebih baik tanpa dia berkuasa dan rencana-rencana lawan saya membawa saya pada kesimpulan bahwa Saddam Hussein akan terus berkuasa dan dunia akan jauh lebih berbahaya," kata Bush.Kerry pun langsung membalas dengan berujar, "Dunia sekarang jauh lebih berbahaya karena presiden tidak membuat penilaian yang benar." Kerry menegaskan bahwa dirinya memang menganggap Saddam sebagai ancaman namun menurutnya, invasi AS ke Irak tidak perlu dilakukan."Jika kita menggunakan diplomasi yang cerdas, kita bisa menghemat US$ 200 miliar dan invasi ke Irak dan saat ini mungkin Osama bin Laden sudah dipenjara atau mati. Itulah perang melawan teror," tegasnya.Selain isu Irak, kedua kandidat juga beradu mulut soal lapangan kerja, pendidikan, layanan kesehatan, lingkungan hidup dan obat-obatan yang lebih murah. Debat kepresidenan ketiga dan final akan diselenggarakan pada Rabu (13/10/2004) pekan depan di Tempe, Arizona dengan fokus pada isu-isu domestik.
(ita/)











































