Bos Perusahaan Keramik Diduga Bunuh Diri, Tembak Kepala Sendiri di Sunter

Bos Perusahaan Keramik Diduga Bunuh Diri, Tembak Kepala Sendiri di Sunter

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 10 Apr 2013 19:35 WIB
Bos Perusahaan Keramik Diduga Bunuh Diri, Tembak Kepala Sendiri di Sunter
Ilustrasi
Jakarta - Seorang pengusaha bernama Anton Prawiro Utomo ditemukan tewas di halaman kantornya di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (9/4) pagi. Diduga Anton nekat menembakkan timah panas di kepalanya sendiri dengan pistol.

"Diduga bunuh diri dengan cara memasukan laras pistolnya ke dalam mulut mengakibatkan peluru bersarang di tengkorak kepalanya," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol M Iqbal, saat dihubungi, Rabu (10/4/2013).

Pistol yang digunakan jenis Baretta kaliber 9 mm ditemukan berada di sisi tubuh Anton. Direktur PT Lintas Negara tersebut ditemukan oleh pegawainya dalam posisi telentang, kepala menghadap sebelah kiri, dan membentur tanah sehingga tampak lebam di bagian kepala.

"Berdasarkan keterangan petugas keamanan korban masuk ke kantor seorang diri dan langsung menuju ke halaman belakang kantor pukul 02.00 WIB kemarin. Ditemukan pegawainya pagi-pagi sudah meninggal," ujar Iqbal.

Pegawai perusahaan keramik tersebut langsung menghubungi keluarga sang direktur dan dilarikan ke RS Mitra Kemayoran. Di rumah sakit ditemukan proyektil yang menyebabkan sejumlah organ kepala korban pecah.

"Petugas RS Mitra Kemayoran langsung melaporkan ke Polsek Pademangan. Tapi langsung diserahkan ke Polres Jakarta Utara," ujar Iqbal.

Dari laporan rumah sakit tersebutlah polisi baru mengetahui kejadian tersebut dan mengalami kesulitan untuk melakukan olah TKP. Hal ini disebabkan proses evakuasi yang dilakukan keluarga korban dinilai telah merusak TKP, sehingga polisi belum bisa memastikan kejadian ini sebagai tindakan bunuh diri.

"Karena bisa saja korban ditembak oleh seseorang. Untuk sementara 4 saksi sudah diperiksa. Kami masih mengembangkan dan mendalami kasus ini. Dari autopsi sementara korban tewas dengan tangan sendiri karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan yang terakhir adalah senpi milik korban masih kita dalami izinnya," ujar Iqbal.

Walau begitu, polisi menyita pistol yang digunakan korban dengan satu peluru di selongsong dan 3 peluru di magazin. Termasuk sebuah mobil Land Cruiser milik korban yang ternyata ditemukan pula 2 magazin berisi 45 butir peluru 9 mm.

(vid/rmd)


Berita Terkait