Bayi Edwin Diamputasi 'Diam-diam', Komnas PA: Ada Dugaan Malpraktik

Bayi Edwin Diamputasi 'Diam-diam', Komnas PA: Ada Dugaan Malpraktik

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Rabu, 10 Apr 2013 16:37 WIB
Bayi Edwin Diamputasi Diam-diam, Komnas PA: Ada Dugaan Malpraktik
Bayi Edwin (Edo/ detikcom)
Jakarta - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, menduga kuat telah terjadi malpratik terhadap bayi Gonti Laurel Sihombing. Hal itu berdasarkan fakta yang disampaikan ayah korban terhadap pihaknya.

"Saya melihat ada dugaan mengarah ke malpraktik, hal itu dilihat dari fakta diceritakan ayah kandung korban, karena melanggar pedoman dan perilaku kode etik kedokteran," ujar Aris di Komnas PA, Jl. TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (10/5/2013).

Menurut Aris dugaan tersebut mulai terlihat ketika bayi Gonti Laurel Sihombing harusdiinfus di Instalasi Gawat Darurat. Padahal, menurut Aris, hal itu tidak boleh terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu anak dinyatakan kejang, sehingga harus diberika infus dan suntikan anti kejang supaya anak tenang. Padahal untuk usia anak seperti itu belum boleh. Lalu dugaan lain pihak rumah sakit memaksa untuk diperiksa pemeriksaan fungsi syaraf akibat kejang-kejang, saat itu pihak orang tua ambil second opinion hasil baik-baik saja artinya tidak ada kejang-kejang," kata Aris.

Lebih lanjut ia mempertanyakan bagaimana bisa dokter mengambil tindakan amputasi tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Proses amputasi juga tidak dilakukan di ruang operasi.

Aris menegaskan dari kejanggalan tersebut ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pihak rumah sakit. Terlebih oleh dokter yang menangani Edwin.

"Dari beberapa fakta, Itu sudah sangat jelas pelanggaran kode etik. Salah satunya ketika porses amputasi itu harusnya ada persetujuan terlebih dahulu kepada pihak keluarga baru dilakukan tindakan," tandasnya.

(edo/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini