4 Jenderal Bintang Dua Polisi yang Jadi Kuda Hitam untuk Kursi Kapolri

4 Jenderal Bintang Dua Polisi yang Jadi Kuda Hitam untuk Kursi Kapolri

- detikNews
Rabu, 10 Apr 2013 15:45 WIB
4 Jenderal Bintang Dua Polisi yang Jadi Kuda Hitam untuk Kursi Kapolri
Ilustrasi (Wikipedia)
Jakarta -

1. Irjen Putut Eko Bayu Seno

dok detikcom
Irjen Putut Eko Bayuseno kini menjabat Kapolda Metro Jaya. Posisi ini amat strategis, maklum keamanan ibu kota adalah segalanya. Putut disebut-sebut sebagai jenderal bintang dua yang memiliki jalan cerah menjadi Kapolri.

Bila melihat rekam jejaknya, karier Putut memang moncer. Sebelum menduduki Kapolda Metro Jaya dia menjabat Kapolda Jabar, salah satu Polda yang juga tipe A. Jadi soal pengalaman memimpin wilayah tak lagi diragukan. Putut merupakan Akpol '84.

Putut juga pernah menjadi ajudan Presiden SBY selama 5 tahun sejak 2004-2009. Usia Putut baru 52 tahun, jadi boleh dikatakan, dia salah satu kuda hitam untuk posisi Kapolri. Lagipula bila menilik sejarah, posisi Kapolda Metro ini punya jalur emas untuk menjadi Kapolri. Salah satunya Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo yang pernah menjadi Kapolda Metro.

Sejauh ini, Polda Metro di bawah pimpinannya cukup sukses mengungkap kasus kriminal. Bisa ditengok yang terakhir, kasus perampokan Pegadaian Rp 6,7 miliar di Yogyakarta. Tim Reskrim Polda Metro sukses membekuk kawanan pelaku perampokan.

2. Irjen Tubagus Anis Angkawijaya

dok detikcom
Irjen Tubagus Anis Angkawijaya kini menjabat Kapolda Jabar. Dia menggantikan kursi yang ditinggalkan Irjen Putut Eko Bayu Seno, yang menjadi Kapolda Metro Jaya. Tubagus Anis merupakan Akpol '81, jadi dari segi angkatan dan usia, dia punya peluang.

Tubagus Anis menduduki posisi Kapolda Jabar dalam last minute. Kabarnya, posisi ini seharusnya untuk Kapolda Lampung Brigjen Joodie Rooseto. Karena ada kerusuhan di Lampung, tiba-tiba keputusan Kapolri untuk pengangkatan Joodie dibatalkan.

Alhasil, Tubagus Anis yang menjadi Kapolda Sultra terbang ke Jabar. Posisi baru ini memang strategis. Jabar merupakan wilayah luas dengan penduduk yang banyak. Artinya dari segi kepemimpinan sudah teruji. Apalagi kemarin dia juga sukses menjaga keamanan Pilkada Jabar.

Tambah lagi, posisi Kapolda Jabar juga selalu menjadi pijakan untuk posisi Kapolri. Jenderal Timur Pradopo pernah menjadi Kapolda Jabar.

Tapi apa mungkin Tubagus Anis naik menggantikan Kabaharkam Komjen Fajar Prihatoro? Mungkin-mungkin saja, tapi sejauh ini, belum ada keputusan dari Polri soal pergantian Fajar.

3. Irjen Suhardi Alius

dok detikcom
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius salah satu yang punya peluang untuk masuk bursa Kapolri. Dengan bintang dua di bahu, tentu ada kemungkinan Suhardi masuk menjadi bintang tiga.

Suhardi pernah menjabat Wakapolda Metro Jaya. Dia juga mendampingi Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto dengan menjabat sebagai Koorsprim.

Suhardi kini berusia 51 tahun, dia merupakan Akpol '85. Suhardi juga tak pernah tersangkut kasus tertentu, kariernya lumayan cemerlang.

Beberapa waktu lalu, Suhardi juga pernah meluncurkan buku 'Mengubah Pelayanan Polri dari Pimpinan ke Bawah', ceritanya soal blusukan semasa dia menjabat Wakapolda Metro.

Mungkin saja, Suhardi maju menduduki posisi bintang tiga. Dia memiliki kesempatan, tentu juga itu akan membuka jalan menuju Kapolri.

4. Irjen Tito Karnavian

dok Polda Papua
Irjen Tito Karnavian kini menjabat Kapolda Papua. Dia memiliki rekam jejak cemerlang dalam pengungkapan kasus terorisme. Salah satu kesuksesannya membongkar jaringan teroris Noordin M Top. Tito selama ini berkarier di Densus 88. Posisi Kadensus juga pernah direngkuhnya.

Tito pernah berkarier di BNPT, sebelum akhirnya menjadi Kapolda Papua. Tito amat mungkin menyodok masuk menjadi bintang tiga di Mabes Polri. Akpol '87 ini dikenal sebagai salah satu rising star di angkatannya.

Bila kemudian Tito masuk ke level bintang tiga, jalur kariernya menuju kursi Kapolri akan terbuka. Tapi ya itu tadi, sejauh ini belum ada keputusan penggantian jenderal bintang tiga di Polri, walau beberapa sudah akan pensiun.

Jabatan Kapolda Papua merupakan posisi strategis. Wilayah ini menyimpan tingkat kesulitan dari segi konflik yang mungkin terjadi. Jadi, dari segi kepemimpinan wilayah, Tito sudah teruji.
Halaman 2 dari 5
(ndr/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads