"Ada upaya sistematis membelokkan kasus pembunuhan di LP Cebongan pada isu pemberantasan premanisme," ujar Direktur Setara Institute, Hendardi di Imparsial, Jalan Slamet Riyadi, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2013).
Hal ini, lanjut Hendardi, terlihat pada munculnya pernyataan menyatakan pembunuhan oleh anggota Kopassus sebagai tindakan kesatria dan pantas diberi tanda jasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sosiolog Thamrin Tamagola juga menyebut ada tim yang bekerja secara offensive untuk menciptakan isu baru soal pembasmian preman.
"Ada yang disebut preman versus superpreman. Reaksi masyarakat atas kasus ini menjadi terbelah," terangnya.
"Tindakan membasmi preman sebagai kepahlawanan itu keliru. Tetap saja itu kejahatan," imbuhnya.
Secara tegas Thamrin menyebutkan bahwa isu pemberantasan premanisme tanpa melalui proses hukum ada keliru.
"Upaya itu tentu sangan berbahaya dan mengancam negara hukum," tegasnya.
(tfq/ndr)











































