"Saya lihat dari tatanan kinerja, harus ditingkatkan nggak kayak sekarang ini. Mohon maaf kalau dibandingkan periode lalu mundur," kata Ignatius saat dihubungi, Rabu (10/4/2013).
Dia mencontohkan, pembahasan rancangan Undang-Undang selalu meleset dari target waktu penyelesaiannya. "Proses pengambilan keputusan bertele-tele, akhirnya waktu tertunda terus," tuturnya.
Dalam masa sidang III, Baleg sudah memproyeksikan 14 RUU sudah selesai pembahasannya dari 33 RUU yang masih digodok di tingkat I. "Ternyata cuma 1 yang lolos," sebut Ignatius.
Pemerintah menurutnya juga ikut andil dari molornya pembahasan RUU. "RUU Percepatan daerah tertinggal misalnya, pemerintah sampai sekarang belum serahkan DIMnya," ujar dia. "Saya jadi ketua baleg prihatian," kata Ignatius yang duduk di Senayan sejak tahun 1998.
(fdn/van)











































